Kementerian Sosial (Kemensos) terus mendorong percepatan proses pembukaan rekening kolektif (burekol) bagi penerima bantuan sosial (bansos). Dari total 3,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tengah diproses, sebanyak 1,6 juta KPM telah berhasil menyelesaikan tahapan burekol.
baca juga:Cara Cek PIP 2025 Lewat HP dengan Mudah
Progres Burekol Bansos: Sudah 1,6 Juta KPM Selesai
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa sejauh ini progres burekol menunjukkan hasil yang positif.
“Buka rekening kolektif yang pernah kami sampaikan sekitar 3,6 juta. Sudah selesai 1,6 juta, masih tersisa 2 juta yang sedang dalam proses,” ungkapnya.
Kemensos bekerja sama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk menyelesaikan proses pembukaan rekening ini secepat mungkin. Harapannya, sisa 2 juta KPM bisa rampung dalam beberapa minggu ke depan.
Siapa Saja yang Termasuk dalam Proses Burekol?
Berikut adalah kelompok KPM yang saat ini dalam proses pembukaan rekening kolektif:
- 1.315.886 KPM dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang bermigrasi dari PT Pos ke bank-bank Himbara.
- 629.513 KPM adalah penerima PKH baru berdasarkan validasi data terbaru (exclusion error).
- 1.953.139 KPM dari Program Sembako yang juga bermigrasi dari PT Pos ke Himbara.
- 770.376 KPM adalah penerima baru Program Sembako hasil dari proses validasi terkini (exclusion error).
Setelah proses burekol selesai, Kemensos akan melanjutkan ke tahap pembagian kartu dan penyaluran bansos ke rekening penerima.
Bagaimana Penanganan Rekening Terindikasi Judi Online?
Kemensos juga tengah mengevaluasi KPM yang terindikasi menyalahgunakan bansos untuk aktivitas judi online (judol). Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ditemukan sebanyak 603.999 KPM yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
Status Evaluasi KPM Terindikasi Judol:
- 228.048 KPM sudah tidak lagi menerima bansos sejak triwulan kedua.
- 375.951 KPM masih dalam proses evaluasi untuk bansos triwulan ketiga.
Gus Ipul menegaskan bahwa bansos tidak akan disalurkan kepada penerima yang menyalahgunakannya untuk kepentingan tidak semestinya, seperti judi online.
“Kalau kita sudah pastikan rekeningnya tidak aktif atau digunakan untuk judi online, akan langsung kita alihkan kepada penerima yang lebih berhak,” tegasnya.
Apa Langkah Kemensos Agar Bansos Lebih Tepat Sasaran?
Untuk memastikan bansos benar-benar sampai kepada yang berhak, Kemensos melakukan berbagai upaya lanjutan. Selain berkoordinasi dengan PPATK, mereka juga menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk mengevaluasi rekening-rekening bermasalah.
Langkah-langkah strategis yang dilakukan Kemensos:
- Validasi data penerima secara berkala berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
- Alihkan dana dari rekening tidak aktif atau terindikasi penyalahgunaan.
- Terus memperbarui data exclusion error, agar keluarga yang memang berhak segera mendapatkan bantuan.
- Menyediakan saluran pengaduan publik untuk melaporkan ketidaksesuaian data bansos.
Bagaimana Cara Masyarakat Melapor Jika Ada Ketidaksesuaian Data?
Gus Ipul mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan keluhan, sanggahan, atau usulan terkait penyaluran bansos melalui saluran resmi Kemensos. Namun, laporan tersebut sebaiknya disertai data yang cukup agar bisa segera ditindaklanjuti.
“Kami terbuka terhadap semua laporan. Tapi mohon disertai bukti atau data yang memadai agar bisa segera kami proses,” ujarnya.
baca juga:Pengcab KKI Bandar Lampung Pimpinan Mahathir Muhammad Dikukuhkan
Kesimpulan: Penyaluran Bansos Diperketat Demi Akurasi dan Keadilan
Kemensos menunjukkan komitmen kuat dalam menyalurkan bansos dengan lebih akurat dan transparan. Proses burekol terus dipercepat, rekening bermasalah dievaluasi, dan masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi aktif.
Penulis: Dena Triana