Logo Universitas Teknokrat Indonesia

188 Saham Terperosok ke FCA: CDIA, COIN, dan ARGO Masuk Daftar Papan Pemantauan Khusus

Kategori: Coinbase
Gambar untuk 188 Saham Terperosok ke FCA: CDIA, COIN, dan ARGO Masuk Daftar Papan Pemantauan Khusus

Pengertian dan Dampak Full Call Auction (FCA)
Saham yang terdaftar di Papan Pemantauan Khusus atau Full Call Auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sering kali mendapat pandangan negatif dari investor. FCA adalah status yang diberikan pada saham yang mengalami masalah tertentu, yang bisa mencakup keterlambatan laporan keuangan, kerugian berturut-turut, opini disclaimer atau adverse dari auditor, terlibat dalam potensi delisting, atau mengalami perdagangan yang tidak likuid dengan pergerakan harga yang tidak wajar. Saham dengan status FCA cenderung mengalami penurunan harga akibat banyaknya investor yang melakukan aksi jual.

Baca Juga :Gavi Pemain Barcelona Paling Moncer di Tur Asia

Masalah Umum yang Menyebabkan Saham Terdaftar di FCA
Saham yang dimasukkan dalam kategori FCA biasanya menghadapi berbagai masalah serius, antara lain:

  • Keterlambatan laporan keuangan: Saham yang tidak menyampaikan laporan keuangan tepat waktu akan masuk dalam pemantauan khusus.
  • Kerugian beruntun: Jika perusahaan mengalami kerugian berturut-turut, sahamnya bisa dipantau khusus.
  • Opini auditor yang buruk: Saham yang mendapat opini disclaimer atau adverse dari auditor akan terdaftar di FCA.
  • Risiko delisting: Saham yang berisiko delisting juga bisa masuk dalam kategori FCA.
  • Perdagangan tidak likuid: Jika saham memiliki pergerakan harga yang tidak wajar atau tidak likuid, saham tersebut bisa terdaftar di FCA.

Status FCA memberikan sinyal buruk bagi pasar, dan hal ini menyebabkan harga saham cenderung anjlok.

Saham FCA Hanya Bisa Diperdagangkan di Pasar Negosiasi
Saham yang terdaftar di FCA hanya dapat diperdagangkan di Pasar Negosiasi, bukan di pasar reguler. Hal ini mengakibatkan likuiditas saham menjadi sangat rendah dan spread harga bisa sangat lebar. Selain itu, akses bagi investor ritel menjadi terbatas, yang membuat saham ini lebih sulit untuk diperdagangkan.

188 Saham Masuk dalam Papan Pemantauan Khusus BEI
Berdasarkan pengumuman terbaru yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2025, terdapat 188 emiten yang masih terdaftar di dalam efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus di BEI. Saham-saham ini belum berhasil keluar dari status FCA dan masih menghadapi masalah yang membuat mereka terdaftar di papan pemantauan khusus.

Saham yang Berhasil Keluar dari FCA
Berdasarkan catatan BEI sebelumnya, terdapat 181 emiten yang berhasil keluar dari daftar FCA setelah berhasil memperbaiki laporan keuangan, mengembalikan kinerja perusahaan, dan meningkatkan kepatuhan serta transparansi. Saham-saham ini menunjukkan pemulihan yang positif dan berhasil meyakinkan investor kembali.

Baca Juga : Administrasi Ruwet? Atasi dengan 7 Trik Jitu Ini!

Risiko Delisting untuk Saham yang Terlama di FCA
Meski ada saham yang berhasil keluar dari FCA, sebagian besar saham yang bertahan lama dalam status ini justru berisiko untuk delisting atau tidak lagi menarik bagi investor. Jika saham tidak dapat memperbaiki masalah yang menyebabkan mereka terdaftar di FCA, perusahaan bisa dikeluarkan dari BEI atau tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai saham yang layak diperdagangkan.

Penulis : Tamtia Gusti Riana