Dua pejabat Federal Reserve—Christopher Waller dan Michelle Bowman—membuat sejarah dengan memecah suara mereka dari kepemimpinan Ketua Fed Jerome Powell. Aksi ini terjadi di tengah tekanan kuat dari mantan Presiden Donald Trump agar suku bunga diturunkan.
baca juga : Cara Mudah Kelola Uang Bulanan Tanpa Pusing
Siapa Waller dan Bowman yang Pecah Suara?
Keduanya adalah gubernur Fed yang diangkat oleh Trump. Waller dan Bowman secara terbuka mendukung penurunan suku bunga, berbeda dengan kebijakan hati-hati yang diusung Powell.
Langkah ini merupakan indikasi ketidaksepakatan internal terbesar sejak tahun 1993.
Mengapa Trump Semakin Gencar Memburu Powell?
Trump telah melakukan berbagai serangan publik terhadap Powell, dari survei dadakan ke markas Fed hingga kritik langsung di akun media sosial-nya. Ia menyebut Powell “major loser” dan menyatakan bisa memecatnya jika mau.
Dia juga menyuarakan keinginan untuk penempatan pengganti sebelum masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026.
Bagaimana Sikap Powell Menanggapi?
Powell tetap tenang dan tegas mempertahankan kebijakan berbasis data. Ia menyatakan bahwa inflasi masih tinggi dan pengaruh tarif belum terukur, sehingga penurunan suku bunga belum tepat dilakukan.
Powell juga menyanggah bahwa presiden bisa memecatnya sebelum masa jabatan usai secara hukum.
Apa Dampak Pecah Suara Ini terhadap Fed?
- Mencatat perbedaan pendapat signifikan dari dua pejabat yang diduga mendukung kebijakan lebih lunak.
- Belum pernah terjadi lebih dari satu dissent sejak 30 tahun lalu.
- Meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi kebijakan moneter Fed, terutama terkait campur tangan politik.
Apa Proyeksi Pasar & Ekonomi ke Depan?
Meskipun tekanan politik tinggi dan prediksi penurunan suku bunga meningkat, Fed tetap menekankan perlunya lebih detail data ekonomi—khususnya mengenai tenaga kerja dan inflasi—sebelum mengubah arah kebijakan.
Pasar kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada September mencapai 60%, meningkat dari sebelumnya 45%.
✅ Kesimpulan
Pecah suara oleh Waller dan Bowman memecah tradisi konsensus Fed yang telah bertahan selama tiga dekade. Sementara Trump terus meningkatkan tekanan terhadap Powell, Fed tetap berpegang pada prinsip independensi kebijakan berbasis data. Meski politik makin memanas, keputusan suku bunga diharapkan tetap menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
penulis : Muhammad Anwar Fuadi