Logo Universitas Teknokrat Indonesia

4 Tradisi Unik yang Hanya Bisa Ditemui di Pulau Bali

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk 4 Tradisi Unik yang Hanya Bisa Ditemui di Pulau Bali

Keindahan Budaya Bali yang Memikat Dunia

Pulau Bali tak hanya terkenal dengan panorama alamnya yang memukau, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi unik yang tidak ditemukan di daerah lain.
Tradisi-tradisi ini memiliki makna mendalam dan sering menarik perhatian wisatawan untuk datang, menyaksikan, bahkan ikut serta.

Berikut empat tradisi khas Bali yang sarat makna dan layak masuk dalam daftar pengalaman wisata budaya Anda.

baca juga : Azizah Salsha, Istri Pratama Arhan, Akan Laporkan Fitnah ke Bareskrim Usai Dituduh Selingkuh


1. Tradisi Bukakak di Desa Sudaji

Tradisi Bukakak adalah upacara adat khas Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, yang sudah dilaksanakan turun-temurun. Upacara ini digelar setiap Purnama Kasa sebagai bagian dari rangkaian piodalan di Pura Desa Sudaji.

Makna dan Tujuan Tradisi Bukakak

Bukakak menjadi wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Dewi Sri, dewi kesuburan. Tradisi ini dilakukan sebagai doa untuk kesuburan tanah dan panen melimpah, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.


2. Omed-omedan, Tradisi Tarik-Menarik Usai Nyepi

Di Desa Sesetan, Denpasar, terdapat tradisi unik bernama Omed-omedan yang diadakan sehari setelah Hari Raya Nyepi, tepatnya pada Ngembak Geni.

Filosofi Omed-omedan

Meski kerap terlihat riuh dan penuh tawa, tradisi ini bukanlah ajang romantis, melainkan simbol asah, asih, dan asuh untuk memperkuat ikatan sosial, khususnya bagi warga Banjar Kaja.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok, pria dan wanita berusia 17–30 tahun. Mereka saling berlari mendekat, berpelukan, lalu disiram air oleh warga.
Sejak beberapa tahun terakhir, tradisi ini menjadi bagian dari Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOF), yang juga menampilkan seni pertunjukan, musik, dan bazar UMKM.


3. Pemakaman Unik Desa Trunyan

Di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Bali, terdapat tradisi pemakaman yang tidak mengubur jenazah. Jenazah diletakkan di bawah pohon Taru Menyan, pohon khas yang mengeluarkan aroma wangi sehingga jenazah tidak berbau meski tidak dikubur.

Aturan Pemakaman di Trunyan

  • Jenazah harus meninggal secara wajar
  • Sudah menikah
  • Anggota tubuh lengkap
  • Jumlah jenazah di bawah pohon Taru Menyan maksimal 11 orang

Nama Trunyan berasal dari kata Taru (kayu) dan Menyan (harum). Pohon ini hanya tumbuh di Desa Trunyan dan menjadi ikon tradisi pemakaman setempat.


4. Ngerebeg, Tradisi Menyisir Desa ala Tegallalang

Ngerebeg adalah tradisi adat Desa Tegallalang, Gianyar, yang dilaksanakan setiap Budha Kliwon Pahang menjelang upacara puncak di Pura Duur Bingin.

Mirip Halloween dengan Sentuhan Bali

Anak-anak dan remaja berdandan menyerupai Bhuta Kala (makhluk mitologis) lalu berkeliling desa sambil berteriak "eoeo" dan membawa perlengkapan upacara.
Tradisi ini bertujuan membersihkan desa dari unsur negatif dan mempersiapkan masyarakat untuk upacara adat.
Sejak 2022, Ngerebeg diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbudristek.

baca juga : Rektor IPB University Arif Satria Puji Digital Smart Composter Inovasi Tim Dosen-Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia


Wisata Budaya Bali yang Tak Terlupakan

Keempat tradisi ini membuktikan bahwa Bali memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai. Selain menjadi daya tarik wisata, tradisi-tradisi ini juga menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah modernisasi.

penulis : elsandria Aurora