Logo Universitas Teknokrat Indonesia

5 Fakta KRL Anjlok di Stasiun Jakarta Kota Saat Jam Sibuk Pagi

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk 5 Fakta KRL Anjlok di Stasiun Jakarta Kota Saat Jam Sibuk Pagi

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line relasi Bogor–Jakarta Kota mengalami insiden anjlok saat jam berangkat kerja. Peristiwa ini terjadi di emplasemen Stasiun Jakarta Kota dan menyebabkan gangguan operasional serta penumpukan penumpang di beberapa titik. Berikut rangkuman fakta penting dari insiden tersebut.

baca juga : Prasetyo Edi Resmi Jabat Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya, Siap Kawal Akses Air Bersih Jakarta


1. KRL Anjlok Saat Mendekati Stasiun Jakarta Kota

Kejadian KRL anjlok terjadi pada Selasa, 6 Agustus 2025 pukul 07.17 WIB. Kereta yang mengalami insiden adalah Commuter Line nomor 1189 jurusan Bogor–Jakarta Kota. Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, kereta tengah melambat karena sudah mendekati stasiun tujuan akhir.

Sesaat setelah insiden, seluruh penumpang dievakuasi dengan selamat, dan KAI Commuter segera melakukan rekayasa perjalanan agar operasional tetap berjalan.


2. Rekayasa Pola Perjalanan KRL Dilakukan

Untuk mengatasi gangguan, KAI Commuter menerapkan pola operasi baru. Kereta dari Bogor hanya sampai Stasiun Manggarai dan tidak melanjutkan perjalanan ke Stasiun Jakarta Kota. Proses penanganan rangkaian anjlok berlangsung sekitar dua jam dan selesai pukul 09.57 WIB, dengan gerbong berhasil dievakuasi.


3. 20 Perjalanan KRL Terdampak dan Terjadi Penumpukan Penumpang

Total 20 perjalanan KRL mengalami gangguan akibat kejadian ini. Penumpukan penumpang terjadi di beberapa stasiun, terutama di Stasiun Manggarai. Para penumpang terpaksa menunggu atau mencari moda transportasi alternatif.

Beberapa penumpang menyampaikan keterlambatan hingga satu jam, seperti Ayu (28) dan Farhan (25) yang menyebut harus mencari transportasi lain karena KRL tak bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta Kota.


4. KA Jarak Jauh Argo Parahyangan Juga Terlambat

Dampak dari insiden KRL anjlok tidak hanya dirasakan oleh pengguna Commuter Line, tetapi juga oleh penumpang kereta api jarak jauh. Salah satunya adalah KA Argo Parahyangan yang sempat mengalami keterlambatan.

Manager Humas PT KAI Daop I, Ixfan Hendriwintoko, menyebut hanya satu kereta jarak jauh yang terkena imbas, dan situasi berhasil dikendalikan dengan cepat.


5. Tidak Ada Korban dan KAI Lakukan Investigasi

KAI memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden ini. Seluruh penumpang dan awak kereta, termasuk masinis dan Customer Service On Train (CSOT), selamat dan dalam kondisi aman.

Joni Martinus menyampaikan bahwa penyebab anjloknya KRL masih dalam tahap investigasi. Kereta telah dibawa ke Depo Bukit Duri untuk pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui apakah insiden disebabkan oleh faktor sarana atau prasarana.

baca juga : Wisuda Periode I 2025 Universitas Teknokrat: Cetak Generasi Siap Sambut Indonesia Emas


Situasi Kini Telah Kembali Normal

Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, KAI Commuter menyatakan perjalanan KRL relasi Bogor–Jakarta Kota sudah kembali berjalan normal. Pola operasi dikembalikan seperti semula dan layanan ke Stasiun Jakarta Kota kembali beroperasi penuh.

penulis : Elsandria Aurora