Logo Universitas Teknokrat Indonesia

6 Fakta Jatuhnya Pesawat Latih di Bogor, Marsma TNI Fajar Adriyanto Gugur

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk 6 Fakta Jatuhnya Pesawat Latih di Bogor, Marsma TNI Fajar Adriyanto Gugur

Insiden Tragis Terjadi Saat Latihan di Udara Ciampea, Bogor

Sebuah pesawat latih milik Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) jatuh di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu pagi (3/8/2025). Insiden tersebut merenggut nyawa Marsma TNI Fajar Adriyanto, mantan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU), yang menjadi pilot dalam penerbangan tersebut.

Kecelakaan ini mengejutkan publik, terutama komunitas dirgantara Indonesia, karena melibatkan tokoh penting dalam dunia penerbangan militer dan olahraga.

Berikut ini adalah enam fakta penting terkait insiden tersebut:

baca juga : Hasil MU vs Everton di Premier League Summer Series 2025: Imbang 2-2, Setan Merah Tetap Tak Terkalahkan


1. Pesawat Jatuh Saat Sedang Melaksanakan Latihan

Pesawat jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK-S126 diketahui sedang menjalankan latihan penerbangan profisiensi. Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 09.08 WIB dan dinyatakan hilang kontak sekitar pukul 09.19 WIB.

"Pesawat FASI terbang dari Lanud ATS untuk kegiatan latihan rutin pembinaan kemampuan personel," jelas Kadispen AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana.


2. Pilot Gugur, Kopilot Luka Berat

Marsma TNI Fajar Adriyanto yang mengendalikan pesawat sebagai pilot utama dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara kopilot bernama Roni mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

“Satu gugur atas nama Marsma TNI Fajar Adriyanto. Kopilot atas nama Roni masih dalam perawatan,” ujar Nyoman Suadnyana.

Marsma Fajar dikenal sebagai sosok yang aktif dalam komunitas olahraga dirgantara Indonesia, meskipun telah purnatugas dari jabatan struktural di TNI AU.


3. Pesawat Dalam Kondisi Baik Sebelum Terbang

Pihak TNI AU memastikan bahwa pesawat telah melewati pengecekan kelayakan terbang sebelum melakukan latihan. Selain itu, penerbangan juga telah dilengkapi dengan Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025 dari Lanud ATS.

“Pesawatnya dalam kondisi baik dan sudah dicek sebelum terbang,” tegas Marsma Nyoman.

Meski demikian, penyelidikan penyebab pasti kecelakaan masih berlangsung hingga saat ini.


4. Saksi Mata: Pesawat Sempat Menukik dan Hidupkan Mesin Lagi

Salah satu warga sekitar, Raden Yahya Setiabudi, menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan tersebut. Menurutnya, pesawat sempat menukik tajam ke arah permukiman, lalu berhasil naik kembali beberapa saat sebelum akhirnya jatuh di area pemakaman umum (TPU Astana).

“Mesinnya sempat berhenti, lalu hidup lagi. Pesawat sempat naik, tapi akhirnya jatuh. Pilotnya masih sempat kendalikan pesawat,” ujar Yahya.

Beruntung, tidak ada korban dari warga sipil dalam insiden ini, karena lokasi jatuhnya berada di area terbuka.


5. Proses Evakuasi Dibantu Warga Sekitar

Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan bantuan saat insiden terjadi. Menurut Yahya, warga memotong sabuk pengaman untuk mengevakuasi kopilot yang terjepit di dalam pesawat.

“Kami gotong bersama-sama ke pinggir. Pilot sudah meninggal, sabuk pengamannya kami putuskan pakai golok,” katanya.

Respon cepat warga dinilai membantu proses evakuasi sebelum tim medis dan militer tiba di lokasi.


baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Wisuda 2025: Cetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing Global

6. Jenazah Marsma Fajar Dimakamkan di Probolinggo

Jenazah Marsma Fajar akan dimakamkan di kampung halamannya di Probolinggo, Jawa Timur. Jenazah diberangkatkan melalui Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin (4/8) pukul 06.30 WIB menggunakan pesawat Hercules menuju Malang, lalu dilanjutkan perjalanan darat ke Probolinggo.

“Dari Halim ke Malang sekitar 1 jam 45 menit. Setelah itu dilanjutkan via darat ke pemakaman keluarga,” kata Marsma Nyoman.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya terakhir berkomunikasi dengan almarhum pada Jumat lalu, membahas inovasi untuk kemajuan Dinas Penerangan AU.

Penulis : Dena Triana