Logo Universitas Teknokrat Indonesia

6 Klub yang Pernah Dijatuhi Larangan Berlaga di Liga Champions

Kategori: Sport
Gambar untuk 6 Klub yang Pernah Dijatuhi Larangan Berlaga di Liga Champions

Liga Champions UEFA merupakan kompetisi yang paling bergengsi di dunia sepak bola klub Eropa. Tidak hanya menjadi impian bagi setiap klub, tetapi juga sumber kebanggaan dan status elite bagi mereka yang berhasil memenangkannya. Namun, beberapa klub harus menerima kenyataan pahit dengan dijatuhi larangan untuk tampil di kompetisi ini akibat pelanggaran serius. Berikut adalah enam klub yang pernah dihukum larangan berkompetisi di Liga Champions sepanjang sejarah:

Baca juga: AC Milan Resmi Rekrut Ardon Jashari dari Brugge

1. Besiktas

Pada tahun 2013, Besiktas dijatuhi larangan tampil di kompetisi Eropa oleh UEFA setelah terbukti terlibat dalam kasus pengaturan skor. Klub asal Turki ini sempat mengajukan banding ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga), namun keputusan tersebut tetap dipertahankan, yang membuat mereka harus absen selama satu musim penuh dari kompetisi antarklub Eropa. Kasus ini menjadi pukulan besar bagi sepak bola Turki, mengingat Besiktas merupakan salah satu klub terbesar di negara tersebut.

2. Fenerbahce

Klub Istanbul lainnya, Fenerbahce, juga menerima hukuman serupa pada tahun 2013 dengan larangan tampil selama tiga tahun di kompetisi Eropa. Fenerbahce juga terkait dengan kasus pengaturan skor, dan setelah mengajukan banding ke CAS, keputusan UEFA tetap dikuatkan. Dengan larangan ini, Fenerbahce kehilangan kesempatan untuk tampil di Liga Champions dalam beberapa musim dan harus menerima sanksi yang berat.

3. Juventus

Juventus tidak diizinkan tampil di kompetisi UEFA pada musim 2023/2024 setelah dinyatakan bersalah melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) serta manipulasi laporan keuangan selama periode 2012 hingga 2019. UEFA menemukan bahwa Juventus telah melakukan pelanggaran yang mempengaruhi laporan keuangan mereka, sehingga klub ini kehilangan hak tampil di UEFA Conference League, meskipun mereka seharusnya lolos berdasarkan posisi liga. Sanksi ini menjadi salah satu pukulan terbesar bagi klub asal Turin.

4. FK Pobeda

Pada 2009, FK Pobeda asal Makedonia Utara dijatuhi larangan tampil di kompetisi UEFA selama delapan tahun setelah terbukti terlibat dalam pengaturan skor. Selain itu, presiden klub saat itu, Aleksandar Zabrcanec, dihukum seumur hidup oleh UEFA. Meskipun FK Pobeda mengajukan banding, keputusan CAS tetap mempertahankan sanksi yang dijatuhkan, menjadikan ini salah satu hukuman terberat dalam sejarah UEFA terhadap sebuah klub.

5. FK Arsenal Tivat

Klub asal Montenegro, FK Arsenal Tivat, menjadi klub terbaru yang dijatuhi hukuman berat pada Juli 2025. UEFA melarang klub ini untuk berkompetisi di kompetisi Eropa selama sepuluh tahun setelah ditemukan pelanggaran serius dalam pertandingan melawan Alashkert FC pada tahun 2023. Selain larangan, klub juga didenda sebesar €500.000. UEFA menemukan indikasi pelanggaran serius dalam pertandingan tersebut, meskipun klub masih memiliki hak untuk mengajukan banding ke CAS.

6. Liverpool

Salah satu sanksi paling terkenal dalam sejarah sepak bola Eropa terjadi pada Liverpool setelah Tragedi Heysel pada final European Cup 1985, yang mengakibatkan 39 orang meninggal dunia. UEFA menjatuhkan hukuman dengan melarang seluruh klub Inggris berkompetisi di Eropa selama lima tahun. Liverpool mendapatkan hukuman tambahan satu tahun, membuat mereka absen total selama enam musim dari kompetisi Eropa. Insiden ini menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah sepak bola dan berpengaruh besar terhadap hubungan antara klub-klub Inggris dan kompetisi Eropa.

Baca juga: Monitor Kerja Ideal: Produktivitas Meroket, Mata Tetap Nyaman!


Larangan-larangan ini bukan hanya merupakan hukuman bagi klub-klub tersebut, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi klub-klub lain agar selalu mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh UEFA untuk menjaga integritas dan reputasi Liga Champions sebagai ajang kompetisi klub yang paling bergengsi di dunia.

Penulis: Kayla Maharani