Pendahuluan
AC Milan menghadapi kesulitan besar di bursa transfer musim panas 2025, dengan masalah bukan hanya pada perekrutan pemain baru, tetapi juga pada penjualan beberapa pemain lama yang tidak ingin meninggalkan klub. Dengan beberapa nama besar yang menolak untuk dijual, Milan harus mencari solusi cepat agar dapat memperkuat skuad menjelang musim 2025/26 yang sudah semakin dekat.
Baca Juga: Gagal Cetak Sejarah, Go Ahead Eagles Tumbang dari PSV Meski Dean James Beri Assist
Perekrutan Pemain Baru yang Terhambat
Meski telah mengamankan beberapa pemain baru seperti Samuele Ricci, Luka Modric, Pietro Terracciano, dan Pervis Estupinan, AC Milan mengalami kesulitan dalam memperkuat tim dengan target pemain lainnya. Nama-nama seperti Ardon Jashari, Guela Doue, Dusan Vlahovic, dan Darwin Nunez berada di luar jangkauan klub karena harga transfer yang terlalu tinggi untuk kantong Milan.
Sebagai akibatnya, negosiasi dengan pemain-pemain ini mandek dan bahkan mengarah ke kegagalan, sehingga Milan harus mencari alternatif lain. Javi Guerra, Zachary Athekame, dan Armand Kalimuendo menjadi pilihan cadangan, meskipun negosiasi dengan klub-klub pemilik pemain tersebut juga belum menunjukkan hasil positif.
Masalah Penjualan Pemain yang Menambah Pusing
AC Milan memiliki potensi dana yang lebih besar untuk belanja pemain baru jika berhasil menjual sejumlah pemain yang tidak masuk dalam rencana pelatih. Namun, masalah baru muncul karena banyak pemain yang tidak bersedia untuk meninggalkan klub, meskipun sudah ada kesepakatan untuk transfer mereka.
Pemain yang Menolak Dijual:
- Malick Thiaw: Meskipun Milan sudah setuju untuk menjualnya ke Como dengan harga 25 juta euro, Thiaw merasa kepindahan ini bisa merugikan kariernya.
- Warren Bondo: Tidak tertarik pindah ke Cremonese, Bondo lebih memilih untuk meyakinkan pelatih Massimiliano Allegri agar dirinya tetap dipertahankan di Milan.
- Ismael Bennacer: Menolak tawaran dari Al Ittihad yang sudah disetujui Milan senilai 20 juta euro karena ingin tetap bermain di Eropa.
- Yacine Adli: Menolak pindah ke Spartak Moscow meskipun Milan setuju dengan nilai transfer 15 juta euro.
Penjualan pemain-pemain ini, bersama dengan kegagalan transfer Yunus Musah dan Samuel Chukwueze, dapat memberikan Milan tambahan dana hingga 100 juta euro, yang sangat dibutuhkan untuk pergerakan lebih lanjut di bursa transfer.
AC Milan Terdesak untuk Menyelesaikan Transfer Sebelum Musim Baru
Dengan musim 2025/26 yang semakin dekat, AC Milan harus segera menyelesaikan langkah mereka di bursa transfer. Tim Merah Hitam akan memulai laga resmi pada 17 Agustus 2025, dengan babak pertama Coppa Italia melawan Bari. Mengingat posisi mereka yang hanya finis di peringkat 8 Serie A musim lalu, Milan membutuhkan perbaikan besar di skuad mereka untuk menghadapi tantangan musim depan.
Kebutuhan Transfer yang Mendesak: Bek Kanan dan Striker
Saat ini, Milan masih membutuhkan tambahan pemain di dua posisi krusial: bek kanan dan striker. Untuk posisi bek kanan, Alexis Saelemaekers dan Alex Jimenez bisa mengisi peran tersebut sementara waktu. Namun, untuk posisi striker, Milan belum memiliki penyerang tengah murni, dengan Rafael Leao dan Noah Okafor yang ditempatkan di posisi itu selama pramusim. Santiago Gimenez tampaknya tidak akan menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi striker.
Baca Juga: Revolusi Teknologi Modern Perpustakaan: Akses Lebih Cepat dan Mudah
Kesimpulan: AC Milan Terjebak di Tengah Masalah Bursa Transfer
Masalah AC Milan di bursa transfer musim panas 2025 bukan hanya terkait dengan perekrutan pemain baru, tetapi juga dengan kesulitan dalam menjual pemain lama yang menolak pergi. Dengan waktu yang semakin terbatas, Milan harus segera menyelesaikan transfer pemain untuk memperkuat skuad mereka. Jika tidak, tim ini mungkin akan menghadapi musim yang penuh tantangan.
Penulis: Afira Farida Fitriani