Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Ahok dan Megawati Buka Suara Soal Ijazah Jokowi, Kader Senior PDIP Desak Pengusutan Tuntas

Kategori: Politik
Gambar untuk Ahok dan Megawati Buka Suara Soal Ijazah Jokowi, Kader Senior PDIP Desak Pengusutan Tuntas

Isu Ijazah Jokowi Semakin Menguat, Suara dari Internal PDIP Muncul

Isu dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat dan kali ini memicu reaksi dari tokoh-tokoh penting di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Setelah ramai disuarakan oleh publik, kini sejumlah kader senior partai seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan bahkan Megawati Soekarnoputri disebut mulai membuka ruang diskusi internal soal keabsahan ijazah tersebut.

Salah satu tokoh senior PDIP, yang dikenal dengan inisial Bitor, menegaskan bahwa diamnya DPP PDIP dalam menghadapi isu ini justru bisa merusak kepercayaan publik terhadap partai.

“Kalau DPP diam terus, partai bisa kehilangan kepercayaan publik. Kita harus berani buka suara kalau ada keganjilan,” tegas Bitor.

baca:Mary Kills People Episode 1: Lee Min Ki Minta Bantuan, Lee Bo Young Temukan Detektif Tergeletak di Jalan


Kritik Tajam Terhadap Gelar Profesor Paiman: “Tidak Masuk Akal!”

Paiman Disebut Dapat Gelar Akademik Secara Instan

Selain menyuarakan keprihatinan soal ijazah Jokowi, Bitor juga mengkritik keras proses pemberian gelar profesor kepada Paiman Raharjo, yang dianggap tidak wajar karena didapatkan dalam waktu dua bulan saja. Menurutnya, ini mencerminkan kualitas dan integritas pendidikan tinggi di Indonesia yang semakin menurun.

“Bagaimana bisa seseorang meraih gelar profesor hanya dalam dua bulan? Ini sangat mencurigakan dan mencoreng kredibilitas institusi akademik,” ujar Bitor.


Megawati dan Ahok Didesak Lakukan Evaluasi Internal PDIP

Desakan agar Megawati Soekarnoputri, selaku Ketua Umum PDIP, segera turun tangan dalam menyikapi isu ini semakin menguat. Banyak pihak internal partai menilai bahwa sikap diam dapat dianggap sebagai pembiaran terhadap praktik-praktik yang mencederai demokrasi dan moralitas publik.

Ahok, yang dikenal sebagai salah satu tokoh bersih dan vokal di PDIP, juga disebut telah memberi sinyal perlunya penyikapan serius terhadap isu ini agar tidak menjadi bola liar yang merugikan citra partai.

baca:Pengukuhan Mahasiswa Terbaik dan Teladan Bukti Komitmen Teknokrat Ciptakan SDM Unggul


Ancaman Kehilangan Legitimasi Publik Jika Tak Ada Tindakan

Isu ijazah dan gelar akademik yang kontroversial ini bukan sekadar soal pribadi, melainkan telah menjadi simbol integritas dan kredibilitas lembaga publik. Jika partai tidak mengambil langkah konkret, publik bisa menilai bahwa PDIP menoleransi pelanggaran hukum demi kepentingan politik jangka pendek.

Bitor menambahkan bahwa menyikapi isu ini secara transparan adalah langkah strategis untuk menyelamatkan partai dari persepsi negatif di tengah tahun-tahun politik yang semakin panas.

penulis: inziria