Polemik Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kembali Memanas
Isu mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik. Kini, polemik tersebut tak hanya datang dari luar lingkar kekuasaan, tetapi juga mencuat dari internal PDI Perjuangan (PDIP) sendiri. Politikus senior PDIP, Beathor Suryadi alias Bitor, secara terbuka mendesak agar kasus ini diselidiki secara serius dan transparan.
Bitor mengaku telah mengantongi sejumlah dokumen baru yang semakin memperkuat kecurigaan terhadap keaslian ijazah yang selama ini digunakan oleh Jokowi.
baca juga : Tarakan Targetkan Cetak Sawah 250 Hektare: Masih dalam Tahap Survei & Desain
Megawati dan Ahok Disebut Beri Sinyal
Dalam pernyataannya, Bitor mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turut memberikan isyarat agar Jokowi membuka ijazahnya ke hadapan publik.
“Kalau memang punya, tunjukkan. Itu kata Bu Mega. Dan Ahok juga bilang, pejabat yang tidak berani menunjukkan ijazah karena tahu itu palsu,” ucap Bitor dalam wawancara di kanal YouTube Refly Harun, dikutip Kamis (1/8).
Pernyataan tersebut menambah tekanan moral kepada Presiden Jokowi agar menjawab keraguan publik dengan transparansi, bukan melalui pengalihan isu atau pembelaan informal.
Kader Senior Dukung Langkah Bitor, Tapi Petinggi PDIP Dinilai Bungkam
Meski termasuk suara minoritas di tubuh PDIP, Bitor mengaku mendapat dukungan moral dari sejumlah kader senior partai. Mereka, menurutnya, menyampaikan apresiasi secara pribadi atas keberaniannya membuka isu ini ke ruang publik.
“Banyak yang dukung, walau mereka belum berani bicara terbuka,” ujarnya.
Namun di sisi lain, Bitor menyayangkan sikap sebagian petinggi partai yang dianggap terlalu pasif dalam menanggapi isu strategis yang bisa berdampak besar terhadap integritas partai dan kepercayaan publik.
baca juga : Bagaimana Teknologi Modern Mengoptimalkan Pengelolaan Perpustakaan?
Dorongan Transparansi: “Jika Asli, Tunjukkan”
Desakan agar Jokowi menunjukkan ijazah secara terbuka semakin nyaring terdengar. Bitor dan sejumlah tokoh menyatakan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam menjawab kecurigaan ini.
Jika memang tidak ada masalah, maka menunjukkan dokumen ke publik justru akan mengakhiri polemik yang terus membayangi.
penulis : Ginasti kurniasih trifosa