Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Air India Siap Bangun Layanan Perawatan Pesawat Internal, Tinggalkan AIESL?

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Air India Siap Bangun Layanan Perawatan Pesawat Internal, Tinggalkan AIESL?

Air India tengah bersiap melakukan transformasi besar dalam hal perawatan pesawat. Langkah ini termasuk membawa sebagian layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) ke dalam struktur internal perusahaan, sebagai upaya memperkuat kontrol atas keselamatan dan keandalan operasional maskapai.


Dorongan Internalisasi MRO Dipercepat Usai Insiden AI171

Menurut informasi yang diperoleh Bloomberg, Air India berencana mengalihkan sejumlah layanan pemeliharaan dari AI Engineering Services Ltd. (AIESL) ke manajemen internal. Layanan tersebut termasuk:

  • Inspeksi pra-penerbangan dan harian
  • Perbaikan minor
  • Penanganan troubleshooting ringan

Langkah ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran atas insiden AI171 serta hasil audit keselamatan yang mengungkap banyak temuan. Perubahan ini juga merupakan bagian dari proses transformasi besar-besaran Air India sejak diakuisisi oleh Tata Group pada tahun 2022.


AIESL Dinilai Tak Mampu Ikuti Perkembangan Armada

Meski kerja sama dengan AIESL masih berlangsung, pihak Air India mulai meragukan kemampuan AIESL dalam memenuhi standar operasional skala besar. Sejumlah masalah teknis kecil seperti toilet pesawat yang sering tersumbat turut memperkuat dorongan untuk melakukan transisi.

Air India juga mengungkapkan bahwa infrastruktur MRO dalam negeri belum cukup siap untuk menangani ekspansi besar mereka, yakni armada yang mencapai lebih dari 570 pesawat, termasuk banyak pesawat berbadan lebar.

Baca juga : PHP vs JavaScript: Mana yang Lebih Cocok untukmu?


Singapore Airlines Dukung Penuh Perubahan Strategis Ini

Sebagai pemegang 25,1% saham Air India, Singapore Airlines (SIA) menyatakan komitmennya untuk mendukung transisi tersebut. Dukungan SIA mencakup bantuan teknis dan transfer keahlian untuk membantu Air India membangun kapasitas perawatan internal yang lebih mandiri dan andal.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara SIA menyebut bahwa mereka telah menjalin kerja sama erat untuk mendukung rencana transformasi jangka panjang Air India.

Uniknya, kerja sama ini seakan menjadi balasan sejarah: pada tahun 1970-an, justru Air India yang dulu memberikan bantuan teknis kepada Singapore Airlines di awal masa operasionalnya.

Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Tekankan Profesionalisme dan Kemandirian


Audit DGCA: Air India Paling Banyak Catatan Keselamatan

Dampak kecelakaan AI171 juga memperluas pengawasan dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA). Dalam audit terbaru yang dilakukan sebelum kecelakaan, Air India mencatat 93 temuan keselamatan, paling tinggi di antara semua maskapai nasional. Sebagai perbandingan:

  • IndiGo: 23 temuan
  • SpiceJet: 14 temuan

Hal ini semakin menegaskan perlunya pembenahan sistem perawatan dan pemeliharaan yang lebih efisien, andal, dan langsung berada di bawah kontrol maskapai sendiri.


Analisis Awal: Masih Terlalu Dini Menyalahkan Sistem

Sharon Petersen, CEO dari AirlineRatings, mengingatkan bahwa laporan kecelakaan masih dalam tahap awal investigasi. Menurutnya, pengawasan ketat pasca-insiden memang umum terjadi, namun bisa menyebabkan penilaian yang belum tentu akurat.

Meski ada indikasi kesalahan pilot dalam insiden AI171, Petersen menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dan investigasi menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan apa pun.


Penulis : aqilah az-zahra