Kalau kamu lagi suka baca berita pendidikan, mungkin pernah dengar istilah AKM. Secara resmi, AKM adalah singkatan dari Asesmen Kompetensi Minimum—istilah yang cukup baru dalam sistem pendidikan kita. AKM memang dirancang untuk menggantikan peran Ujian Nasional (UN) sebagai metode evaluasi mutu pendidikan
Tujuan utamanya bukan lagi sekadar menguji hafalan, tapi lebih ke mengukur dua kemampuan penting: literasi membaca—kemampuan memahami teks secara kritis—dan numerasi—kemampuan berpikir matematis dalam kehidupan sehari-hari
baca juga:Perseteruan Barcelona dengan Marc-André ter Stegen: Kronologi Konflik yang Memanas
Kenapa Sekarang Pakai AKM, Bukan UN Lagi?
Sistem pendidikan abad ke-21 butuh cara evaluasi yang bisa mengukur kompetensi berpikir mendasar, bukan hanya hafalan. Inilah yang menjadi alasan utama di balik lahirnya AKMQuipperliputan6.com. Beberapa alasan pentingnya:
- Sebagai alat pemetaan mutu yang lebih objektif, bukan sekadar kelulusan siswaliputan6.comdetikcom.
- Hasil AKM membantu guru merancang proses belajar yang lebih efektif dan relevanliputan6.comQuipper.
- AKM bukan ditujukan untuk menentukan kelulusan. Ini murni untuk memetakan kualitas pembelajaran secara sistemikliputan6.comdetikcom.
Siapa Saja yang Mengikuti AKM?
Beda dengan UN yang hampir semua siswa harus ikut, AKM justru hanya diikuti oleh sebagian siswa—berdasarkan sampel acak dari kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA, termasuk yang dari jalur paket A, B, dan CQuipperdetikcom.
Oh ya, AKM ini tidak berdampak pada kelulusan siswa. Jadi, hasilnya tidak menekan siswa—melainkan justru membantu guru dan sekolah mengenali area yang perlu diperbaikiQuipperdetikcom.
Bentuk Soal dan Kompetensi Apa Saja yang Diukur AKM?
AKM menilai dua kompetensi utama:
- Literasi Membaca – kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi teks dalam berbagai bentuk (fiksi maupun non-fiksi)liputan6.comQuipper.
- Numerasi – kemampuan menerapkan konsep matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari (kejadian, data, hingga pola berpikir logis)liputan6.comQuipper.
Soalnya sendiri dikemas dalam beberapa bentuk:
- Pilihan ganda biasa
- Pilihan ganda kompleks (memungkinkan lebih dari satu jawaban benar)
- Menjodohkan
- Isian singkat
- Uraian pendekdetikcomQuipper
Persentase distribusinya juga bervariasi—misalnya soal pilihan ganda kompleks bisa mencapai sekitar 60%, sedangkan untuk uraian dan isian singkat relatif lebih kecildetikcom.
Mengapa AKM Penting untuk Guru dan Sekolah?
AKM punya manfaat nyata dalam menyempurnakan proses belajar:
- Data AKM bisa jadi umpan balik untuk guru agar tahu dimana siswa perlu bantuanliputan6.comQuipper.
- Program pembelajaran bisa disusun secara lebih inovatif, misalnya lebih berpusat pada siswa (student‑centered learning)liputan6.com.
- AKM juga membantu sekolah dan pemerintah menciptakan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan mutu pendidikan secara luasliputan6.com+1.
baca juga:Wisuda Periode I 2025 Universitas Teknokrat: Cetak Generasi Siap Sambut Indonesia Emas
Daftar Ringkas Poin-Poin Utama AKM
| Aspek | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Istilah | Asesmen Kompetensi Minimum |
| Ganti dari | Ujian Nasional (UN) |
| Tujuan | Mengukur literasi membaca dan numerasi siswa |
| Peserta | Terpilih secara acak di kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA/paket A–C |
| Pengaruh AKM | Tidak mempengaruhi kelulusan, hanya sebagai alat evaluasi kualitas pendidikan |
| Bentuk soal | Pilihan ganda, kompleks, menjodohkan, isian singkat, uraian |
| Manfaat | Membantu guru menyusun metode pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif |
penulis:Titin af-idatus soraya