Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Amarah Ayah Prada Lucky: Anak Tentara Saja Dibunuh Apalagi yang Lain

Gambar untuk Amarah Ayah Prada Lucky: Anak Tentara Saja Dibunuh Apalagi yang Lain

Keadilan untuk Prada Lucky: Ayah Tuntut Hukuman Mati Bagi Pelaku

Sersan Mayor (Serma) Kristian Namo, ayah dari Prajurit Dua (Prada) Lucky Cepril Saputra Namo, yang tewas akibat dianiaya oleh senior TNI Angkatan Darat (AD), mengungkapkan amarahnya dan menuntut keadilan. Kristian meminta agar seluruh pelaku penganiayaan diberi hukuman mati untuk memastikan tidak ada lagi korban serupa, terutama di kalangan anak-anak tentara.

baca Juga:Persijap Jepara Datangkan Diogo Brito, Pemain Asing Baru dari Portugal

"Saya tuntut keadilan, kalau bisa semua dihukum mati biar tidak ada Lucky-Lucky yang lain, anak tentara saja dibunuh apalagi yang lain," tegas Kristian saat ditemui di kamar jenazah Rumah Sakit Wirasakti, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (7/8).

Kristian: Tidak Takut untuk Menuntut Kebenaran

Sebagai seorang prajurit TNI, Kristian berjanji akan terus berjuang demi keadilan meskipun ia harus mempertaruhkan nyawanya. Meskipun tidak memiliki kekuatan, ia menyatakan bahwa keadilan harus tetap ditegakkan, dengan keyakinan bahwa Tuhan akan mendukung perjuangannya.

"Keberanian dalam menuntut keadilan adalah hal yang utama, saya tidak takut siapapun kecuali Tuhan," ungkapnya.

Prada Lucky Tewas Akibat Penganiayaan Rekan TNI

Prada Lucky Cepril Saputra Namo meninggal pada Rabu (6/8), setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo. Lucky, yang baru dua bulan menjadi anggota TNI, diduga meninggal akibat penganiayaan yang dilakukan oleh rekan-rekannya di asrama Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM), yang terletak di Kabupaten Nagekeo, NTT.

Rafael David, paman Lucky, mengungkapkan bahwa Lucky adalah anak kedua dari empat bersaudara dan sudah menjadi tulang punggung keluarga yang menafkahi ibu dan adik-adiknya.

Kronologi Pendidikan dan Penempatan Prada Lucky di TNI

Prada Lucky mengikuti pendidikan di sekolah calon tamtama (Secatam) TNI AD sejak Februari 2025 dan baru lulus pada Mei 2025. Setelah dilantik sebagai anggota TNI, ia ditempatkan di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere pada Juni 2025.

Jenazah Lucky kemudian dibawa dari Nagekeo ke Kupang pada Kamis (7/8) dan saat ini disemayamkan di rumah duka di Asrama Tentara Kuanino.

baca Juga:Wisuda Universitas Teknokrat 2025 Diwarnai Orasi Mahasiswa Bertema Perubahan Karakter Pemuda di Era Digital

Kasus Sedang Dalam Penyidikan Polisi Militer

Kepala Penerangan Resort Militer 161 Wirasakti Kupang, Mayor Inf. I Gusti Komang Surya Negara, mengonfirmasi bahwa kasus penganiayaan ini sedang dalam penyelidikan oleh Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD).

"Untuk sementara, kasus ini masih dalam penyelidikan oleh POM, mohon waktu untuk proses lebih lanjut," ujar Surya Negara melalui pesan singkat.

penulis:Dafa Aditya.f