Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, telah mengambil langkah berani dengan melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur Pemerintah Kota Batam. Perombakan ini mencakup pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) serta rotasi sejumlah kepala dinas dan pejabat eselon lainnya. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Batam sedang mempersiapkan pembaruan besar untuk lima tahun ke depan.
Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Raih Prestasi World University Rangking for Innovation 2025
Ketua Pemuda ICMI Kepri, Andriansyah Sinaga, menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan adalah bagian dari strategi penyegaran birokrasi yang harus dilakukan agar visi dan misi kepala daerah dapat diimplementasikan dengan baik.
"Rotasi dalam struktur pemerintahan adalah hal yang biasa, tetapi langkah Amsakar kali ini patut diapresiasi sebagai langkah maju dan tegas. Ini bukti komitmen untuk memperbaiki kinerja birokrasi dan memastikan semua elemen berjalan selaras," ujar Andriansyah.
Ia juga menekankan bahwa seluruh kepala dinas, termasuk pejabat eselon II B dan seterusnya, layak untuk dievaluasi. Perombakan ini disebut sebagai upaya untuk memastikan bahwa para pemangku jabatan benar-benar mendukung agenda pembangunan wali kota dan wakil wali kota.
"Sudah waktunya semua kepala dinas digerakkan ulang. Rotasi ini bukan sekadar pindah jabatan, tapi soal kesesuaian kapasitas dan loyalitas untuk bekerja keras menjalankan program pemerintahan," tegasnya.
Baca juga : Carles Pérez Cedera Akibat Gigitan Anjing, Pemulihan di Rumah
Amsakar sendiri menggunakan mekanisme job fit dan fit & proper test dalam proses seleksi dan rotasi, serta menegaskan bahwa langkah ini dilakukan secara profesional, objektif, dan tanpa intervensi politik.
Pemuda ICMI Kepri menilai perombakan ini sebagai sinyal bahwa Amsakar tidak ragu melakukan pembenahan dari dalam. Mereka berharap pejabat yang telah ditunjuk segera bekerja nyata dan membuktikan kinerja mereka untuk masyarakat Batam.
"Kami mendukung penuh rotasi ini. Saatnya para pejabat yang dilantik menunjukkan komitmen, bukan hanya jabatan. Reformasi birokrasi harus dimulai dari struktur atas," tutup Andriansyah.
Penulis : Dina eka anggraini