Kekhawatiran orangtua terhadap dampak negatif game online, seperti Roblox, semakin meningkat. Sejumlah orangtua merasa cemas karena game tersebut dapat menampilkan konten yang tidak sesuai untuk anak-anak, seperti teks atau gambar yang tidak patut dilihat oleh anak-anak di bawah umur. Meski demikian, beberapa orangtua masih mengizinkan anak-anak mereka bermain Roblox dengan pengawasan ketat.
baca juga Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama
Kekhawatiran Orangtua Terhadap Konten Negatif
Aditya Nugrha (34), salah satu orangtua yang merasa khawatir, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai konten yang mungkin muncul selama anaknya bermain Roblox. "Ketakukan tentu ada, karena saya sebagai orangtua tidak bisa mengawasi tampilan yang muncul di layar handphone sepanjang waktu. Bisa saja ada chat atau gambar yang tidak baik muncul," ujar Aditya.
Aditya, yang memiliki putri berusia tujuh tahun yang duduk di kelas 2 SD, tetap memperbolehkan putrinya bermain Roblox. Meskipun ada kekhawatiran tentang potensi konten yang tidak sesuai, Aditya melihat ada beberapa manfaat dari game ini untuk perkembangan anak. "Roblox tetap menawarkan manfaat, seperti memperkenalkan berbagai visual, melatih logika, membaca, dan mengembangkan kemampuan imajinasi anak," tambahnya.
Namun, Aditya sangat hati-hati dalam mengizinkan putrinya bermain Roblox. Ia selalu membatasi waktu bermain dan memastikan ada pengawasan ketat. "Saat bermain handphone, biasanya diberikan batasan waktu yang bervariasi, mulai dari 30 menit sampai satu jam, tergantung dari aktivitas yang dimiliki anak. Bisa saja tidak main sama sekali jika ada ulangan harian," ujarnya.
baca juga Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama
Pengawasan Ketat dan Pembatasan Waktu
Fitri (30), orangtua lainnya, juga mengungkapkan bahwa putrinya sering bermain Roblox. Namun, seperti Aditya, Fitri tetap melakukan pengawasan ketat. "Selama anaknya masih mau bersosialisasi dan tidak menunjukkan perilaku buruk yang dicontoh dari Roblox, kami tidak melarang anaknya main gim online itu," jelas Fitri.
Fitri menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak yang bermain game online. Ia selalu membatasi waktu bermain dan memastikan anak tetap berperilaku positif. "Kami selalu berusaha untuk menjaga agar anak tetap bersosialisasi dan melakukan hal-hal positif. Kalau sudah di luar batas, barulah kami bertindak," katanya.
Tanggapan Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sempat melarang anak-anak bermain Roblox karena game ini sering menampilkan adegan kekerasan. Meskipun game ini populer di kalangan anak-anak, ada kekhawatiran bahwa konten yang tidak sesuai dapat mempengaruhi perkembangan perilaku mereka.
Kesimpulan
Di tengah popularitas Roblox, orangtua harus bijak dalam mengizinkan anak bermain game online ini. Meskipun Roblox memiliki manfaat pendidikan, seperti melatih logika dan imajinasi anak, orangtua perlu memantau konten yang muncul selama anak bermain. Pembatasan waktu dan pengawasan yang ketat adalah langkah-langkah yang diambil sebagian besar orangtua untuk memastikan bahwa anak-anak tetap aman dari pengaruh negatif dan tetap dapat menikmati pengalaman bermain yang positif.
Penulis : Tanjali Mulia Nafisa