Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia dan merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO yang paling terkenal di Indonesia. Terletak di Magelang, Jawa Tengah, candi ini dibangun pada abad ke-9 selama masa Dinasti Syailendra. Candi ini memiliki bentuk piramida berundak dengan sembilan tingkat yang melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan.
baca juga:Drama di Balik FIFA Banned PSM Makassar: PT LIB Sebut Belum Clear, Manajemen Klaim Beres
Siapa yang Membangun Candi Borobudur?
Menurut penelitian, Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra pada sekitar tahun 824 Masehi. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu beberapa dekade dan selesai pada masa pemerintahan putrinya, Ratu Pramudawardhani. Meskipun demikian, tidak ada catatan sejarah yang secara pasti menyebutkan siapa yang merancang atau memimpin pembangunan candi ini.
Mengapa Candi Borobudur Dibangun?
Candi Borobudur dibangun sebagai tempat ibadah dan ziarah bagi umat Buddha Mahayana. Relief-relief yang ada di dinding candi menggambarkan ajaran-ajaran Buddha, seperti kisah Jataka dan Lalitavistara, serta kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa itu. Struktur candi yang berundak juga mencerminkan kosmologi Buddha, dengan tiga tingkatan yang melambangkan dunia nafsu, dunia bentuk, dan dunia tanpa bentuk.
Bagaimana Candi Borobudur Ditemukan Kembali?
Setelah berabad-abad tertutup oleh abu vulkanik dan vegetasi, Candi Borobudur ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa. Penemuan ini kemudian diikuti dengan upaya pembersihan dan pemugaran oleh para ahli, termasuk H.C. Cornelius dan J.W. Ijzerman. Pemugaran besar-besaran dilakukan pada tahun 1973 hingga 1983 oleh tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. R. Soekmono dan Ir. Rooseno, dengan dukungan dari UNESCO.
Apa Saja Fakta Menarik tentang Candi Borobudur?
- Teknik Konstruksi Tanpa Semen: Candi ini dibangun menggunakan sistem interlocking, di mana batu-batu disusun dengan sangat presisi sehingga tidak memerlukan semen sebagai perekat.
- Jumlah Relief dan Patung: Candi Borobudur memiliki 1.460 panel relief dan 504 patung Buddha yang tersebar di seluruh bagiannya.
- Sistem Drainase Canggih: Candi ini dilengkapi dengan sistem drainase yang dirancang untuk mengalirkan air hujan keluar dari struktur tanpa merusaknya.
- Festival Waisak: Setiap tahun, Candi Borobudur menjadi pusat perayaan Waisak, hari suci umat Buddha, yang dihadiri oleh ribuan umat dari berbagai negara.
penulis:Titin af-idatus soraya