Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Apa Itu Metode EOQ Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya Lengkap

Kategori: contoh soal
Gambar untuk Apa Itu Metode EOQ Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya Lengkap

1. Pengantar: Mengapa Metode EOQ Penting dalam Manajemen Persediaan?

Dalam dunia bisnis dan manajemen operasional, pengelolaan persediaan menjadi salah satu faktor kunci untuk menjaga efisiensi dan profitabilitas. Salah satu metode yang paling sering digunakan untuk menentukan jumlah pesanan yang optimal adalah metode EOQ (Economic Order Quantity).

Metode ini membantu perusahaan meminimalkan total biaya persediaan, termasuk biaya pemesanan dan biaya penyimpanan barang. EOQ penting karena membantu menemukan titik keseimbangan antara jumlah stok yang dipesan dan frekuensi pemesanan, sehingga dapat menghindari risiko overstocking (kelebihan stok) dan stockout (kekurangan stok) yang bisa mengganggu proses produksi maupun distribusi.

Baca juga : Panduan Lengkap dan Contoh Soal Teknologi Sediaan Steril Kunci Sukses Mahasiswa Farmasi

2. Apa Itu Metode EOQ?

Metode EOQ (Economic Order Quantity) adalah sebuah model matematika yang digunakan untuk menentukan jumlah pesanan barang yang paling ekonomis agar biaya total persediaan dapat diminimalkan. Tujuan utama EOQ adalah mencari jumlah pemesanan ideal yang dapat menekan biaya penyimpanan dan pemesanan secara bersamaan.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Ford W. Harris pada tahun 1913 dan hingga kini tetap menjadi acuan dalam sistem pengendalian persediaan di berbagai industri.

Dengan EOQ, perusahaan bisa menjawab pertanyaan penting seperti:

  • Berapa banyak barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan dilakukan?
  • Kapan waktu terbaik untuk melakukan pemesanan ulang?
  • Berapa biaya minimum yang dikeluarkan untuk mengelola persediaan?

3. Rumus Metode EOQ

Rumus dasar EOQ adalah sebagai berikut:

EOQ = √((2 × D × S) / H)

Keterangan:

  • D = Permintaan tahunan (unit/tahun)
  • S = Biaya pemesanan setiap kali pesan (Rp/pemesanan)
  • H = Biaya penyimpanan per unit per tahun (Rp/unit/tahun)

Rumus ini digunakan untuk menentukan jumlah unit yang paling ekonomis agar total biaya minimum dapat tercapai.

4. Penjelasan Komponen dalam Rumus EOQ

Agar perhitungan EOQ mudah dipahami, berikut penjelasan tiga komponen pentingnya:

  1. Permintaan Tahunan (D)
    Merupakan jumlah total barang yang dibutuhkan dalam satu tahun. Contohnya, jika sebuah toko membutuhkan 12.000 unit barang per tahun, maka D = 12.000.
  2. Biaya Pemesanan (S)
    Biaya yang timbul setiap kali perusahaan memesan barang, seperti biaya administrasi, pengiriman, dan lainnya.
  3. Biaya Penyimpanan (H)
    Biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan satu unit barang per tahun, meliputi biaya gudang, asuransi, hingga risiko kerusakan barang.

Dengan memahami tiga faktor ini, perusahaan bisa menghitung EOQ yang paling efisien sesuai dengan kondisi operasionalnya.

5. Contoh Soal Metode EOQ dan Pembahasannya

Berikut contoh sederhana penerapan metode EOQ:

Soal:
Sebuah perusahaan membutuhkan 12.000 unit bahan baku per tahun. Biaya pemesanan setiap kali pesan adalah Rp100.000, sedangkan biaya penyimpanan per unit per tahun sebesar Rp500. Hitunglah jumlah pemesanan ekonomis (EOQ)!

Jawaban:
Diketahui:
D = 12.000 unit
S = Rp100.000
H = Rp500

Gunakan rumus:

EOQ = √((2 × D × S) / H)
EOQ = √((2 × 12.000 × 100.000) / 500)
EOQ = √(2.400.000.000 / 500)
EOQ = √4.800.000
EOQ = 2.191 unit

Jadi, jumlah pemesanan ekonomis (EOQ) adalah 2.191 unit per pesanan.

6. Menentukan Frekuensi Pemesanan

Setelah mengetahui nilai EOQ, perusahaan juga dapat menentukan berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam setahun:

Frekuensi Pemesanan = D / EOQ
= 12.000 / 2.191
≈ 5,48 kali (dibulatkan menjadi 6 kali per tahun)

Artinya, perusahaan perlu melakukan pemesanan sekitar 6 kali per tahun, dengan setiap pesanan berjumlah 2.191 unit agar efisien.

7. Menghitung Total Biaya Persediaan

Total biaya persediaan terdiri dari dua komponen utama: biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

Rumusnya:

Total Biaya = (D / EOQ × S) + (EOQ / 2 × H)

Dengan data di atas:
= (12.000 / 2.191 × 100.000) + (2.191 / 2 × 500)
= (5,48 × 100.000) + (1.095,5 × 500)
= 548.000 + 547.750
= Rp1.095.750

Jadi, total biaya persediaan minimum yang harus dikeluarkan perusahaan adalah Rp1.095.750 per tahun.

8. Kelebihan dan Kekurangan Metode EOQ

Kelebihan:

  • Mengurangi biaya penyimpanan dan pemesanan.
  • Mempermudah perencanaan persediaan jangka panjang.
  • Menjadi dasar pengambilan keputusan yang logis dan efisien.

Kekurangan:

  • Asumsi permintaan dianggap tetap, padahal bisa berubah.
  • Tidak memperhitungkan potongan harga pembelian dalam jumlah besar.
  • Kurang cocok untuk produk yang cepat rusak atau memiliki fluktuasi permintaan tinggi.

9. Penerapan EOQ dalam Dunia Nyata

Metode EOQ digunakan secara luas di berbagai sektor industri, baik manufaktur, ritel, maupun logistik.

Contohnya, perusahaan e-commerce seperti Shopee atau Tokopedia dapat menggunakan metode EOQ untuk menentukan kapan harus memesan ulang stok agar tetap tersedia tanpa kelebihan persediaan.

Dalam industri manufaktur, EOQ membantu bagian produksi memastikan bahan baku selalu cukup untuk memenuhi jadwal produksi tanpa menimbulkan biaya gudang berlebih.

Baca juga : Gubernur Mirza Tinjau Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru, Nasrullah Yusuf Sebut Kesiapan Helat Tablig Akbar Indonesia Berdoa

10. Kesimpulan

Metode EOQ (Economic Order Quantity) adalah alat penting dalam manajemen persediaan yang membantu perusahaan mengoptimalkan biaya penyimpanan dan pemesanan. Dengan memahami rumus, komponen, serta penerapannya melalui contoh soal, pelaku bisnis dapat mengambil keputusan yang lebih efisien dalam pengelolaan stok.

Meskipun memiliki beberapa keterbatasan, EOQ tetap relevan sebagai dasar pengambilan keputusan logistik dan operasional di berbagai jenis bisnis. Penerapan EOQ yang tepat akan membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara efisiensi biaya dan ketersediaan barang.

Penulis : aqilah az-zahra