Potensi Transfer Darwin Nunez ke Al-Hilal dan Implikasinya untuk Liverpool
Liverpool dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan untuk merekrut striker Newcastle United, Alexander Isak, di bursa transfer musim panas ini. Sementara itu, klub Al-Hilal, yang juga dikendalikan oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), dikaitkan dengan penyerang Liverpool, Darwin Nunez.
Jika Al-Hilal berhasil merekrut Nunez, hal ini secara tidak langsung dapat membantu Liverpool secara finansial dalam upaya mendatangkan Isak — yang juga bermain untuk klub milik PIF lainnya, Newcastle.
Namun, muncul pertanyaan besar: Apakah PIF bersedia melemahkan satu klub yang mereka miliki untuk memperkuat klub lain?
baca:Perbedaan Libur Nasional dan Cuti Bersama: 18 Agustus 2025 Ditetapkan Sebagai Hari Libur Tambahan
Apa Prioritas Dana Investasi Publik (PIF)?
PIF saat ini memiliki 80% saham Newcastle United dan juga mengendalikan empat klub besar di Arab Saudi, termasuk Al-Hilal. Meski memiliki portofolio klub yang luas, keputusan mereka terkait transfer bisa memicu konflik kepentingan antar klub yang mereka miliki.
Penulis dan penggemar Newcastle, Charlotte Robson, menyuarakan kekhawatiran suporter:
“Ada ketidakpuasan di kalangan penggemar mengenai posisi Newcastle dalam prioritas PIF. Jika Al-Hilal mendapatkan Nunez untuk membantu Liverpool merekrut Isak, itu akan terasa seperti kami dikorbankan.”
Robson menambahkan bahwa para penggemar lebih memilih Isak diberi kontrak baru dan bertahan lebih lama di St. James' Park, daripada melihatnya dijual meskipun dengan nilai tinggi.
Apakah Liverpool Perlu Menjual Nunez untuk Membeli Isak?
Menurut pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire, Liverpool tidak perlu menjual Nunez untuk bisa merekrut Isak. Ia menyebut bahwa secara aturan keuangan (Profit and Sustainability Rules/PSR), Liverpool masih memiliki ruang belanja besar.
“Liverpool bisa menghabiskan tambahan £200-250 juta dan tetap berada dalam batas PSR,” ujar Maguire.
Meski sudah menghabiskan sekitar £265 juta musim panas ini untuk mendatangkan nama-nama seperti Florian Wirtz, Hugo Ekitike, dan lainnya, Liverpool juga telah menghasilkan sekitar £115 juta dari penjualan pemain seperti Luis Diaz, Trent Alexander-Arnold, dan lainnya.
Apakah Transfer Nunez dan Isak Saling Terkait?
Meskipun spekulasi berkembang bahwa transfer Nunez ke Al-Hilal akan membuka jalan bagi Isak ke Liverpool, Maguire menilai bahwa terlalu dini menyimpulkan keterkaitan langsung.
“Orang-orang mungkin terlalu cepat menghubungkan titik-titik. Ini bukan situasi 'kamu bantu saya, saya bantu kamu’. Tidak cukup bukti untuk mengatakan bahwa ini adalah strategi terkoordinasi antar klub milik PIF,” jelas Maguire.
Dia menegaskan bahwa Liverpool kemungkinan menjadi pihak yang paling diuntungkan, bukan klub milik PIF seperti Newcastle atau Al-Hilal.
baca:Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama
Situasi Terkini Alexander Isak di Newcastle
Alexander Isak direkrut Newcastle dari Real Sociedad pada 2022 dengan biaya transfer sebesar £60 juta. Ia menjadi top skor klub musim lalu, membantu Newcastle meraih gelar Piala Carabao, trofi domestik pertama mereka dalam 70 tahun.
Namun, masa depan sang pemain kini dilanda ketidakpastian. Ia tidak ikut serta dalam tur pramusim Newcastle ke Asia karena "cedera ringan", dan sempat berlatih sendiri di Real Sociedad pekan lalu.
Menurut laporan terbaru, Isak sudah kembali berlatih di Newcastle, namun manajer Eddie Howe menyebut bahwa sang striker perlu "mendapatkan kembali hak" untuk bergabung dengan skuad utama.
Howe juga mengonfirmasi bahwa belum ada pembaruan dari Liverpool setelah tawaran awal mereka sebesar £110 juta ditolak oleh Newcastle, yang menilai Isak seharga £150 juta.
penulis: inziria