Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Apakah Kuliah Masih Layak? Survei Menunjukkan Keraguan di Kalangan Generasi Z

Kategori: berita
Gambar untuk Apakah Kuliah Masih Layak? Survei Menunjukkan Keraguan di Kalangan Generasi Z

Generasi Z, kelompok yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, kini mulai mempertanyakan apakah pendidikan tinggi masih sebanding dengan biaya dan usaha yang dikeluarkan. Survei terbaru mengungkapkan bahwa banyak dari mereka merasa ragu tentang nilai gelar sarjana dan memikirkan kembali pilihan mereka dalam dunia kerja.

Baca juga: Sinopsis Serial Roman Dendam: Aksi, Intrik, dan Romansa Abimana & Tatjana Saphira

Penyesalan Kuliah: 1 dari 4 Pekerja Gen Z Merasa Tidak Puas

Sebuah survei terhadap 1.000 karyawan Gen Z yang dilakukan oleh ResumeGenius menemukan bahwa sekitar 25% dari mereka menyesali keputusan kuliah atau berharap telah memilih jalur karier yang lebih menguntungkan. Banyak pekerja muda merasa bahwa gelar sarjana mereka tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesuksesan karier mereka.

Pendidikan Tinggi vs. Realita Dunia Kerja

Meskipun banyak yang diarahkan untuk kuliah sebagai jalan menuju kesuksesan, survei menunjukkan bahwa generasi ini kini lebih skeptis. CEO Tallo, Allison Danielsen, menyatakan bahwa banyak siswa Gen Z merasa dibimbing untuk kuliah, hanya untuk melihat bahwa mereka yang memiliki gelar sarjana justru kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Kekhawatiran Besar tentang Investasi Pendidikan

Berdasarkan studi Tallo, yang melibatkan lebih dari 2.000 orang dewasa muda berusia 18 hingga 30 tahun, sekitar 62% peserta mengaku tidak bekerja di bidang yang mereka inginkan. Bahkan, 25% dari mereka merasa terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat mereka, mendorong mereka untuk bertanya-tanya apakah pendidikan tinggi benar-benar sepadan dengan biaya dan usaha yang mereka keluarkan.

Meski Ada Penyesalan, Tidak Semua Generasi Z Kecewa

Meskipun banyak yang merasa kecewa, tidak semua pekerja Gen Z merasa demikian. Menurut survei ResumeGenius, sekitar sepertiga dari mereka merasa puas dengan pilihan karier mereka. Mereka yang puas biasanya merasa bahwa pendidikan tinggi memberikan manfaat yang besar dalam karier mereka, tetapi ini tidak berlaku untuk semua.

Baca juga: Stop Buang Uang Iklan, Ini Strategi Digital Terbaik!

Pendidikan Tinggi: Apakah Masih Relevan di Era Digital?

Dengan perkembangan teknologi dan semakin banyaknya pekerjaan yang dapat diakses tanpa gelar sarjana, generasi muda kini mulai mempertanyakan apakah kuliah adalah pilihan terbaik. Pengaruh kecerdasan buatan (AI) dan automasi semakin mengubah lanskap dunia kerja, memaksa Gen Z untuk mengevaluasi kembali investasi pendidikan tinggi mereka.

Kesimpulan: Gen Z di Persimpangan Jalan

Pekerja Gen Z kini berada di persimpangan jalan. Sementara sebagian dari mereka merasa kuliah adalah investasi yang baik, banyak yang mempertanyakan apakah pendidikan tinggi masih relevan di dunia yang semakin terhubung dengan teknologi dan otomatisasi. Generasi ini dihadapkan pada dilema besar: apakah melanjutkan pendidikan tinggi masih merupakan keputusan yang tepat atau mereka bisa menemukan jalur yang lebih cepat dan lebih terjangkau menuju kesuksesan karier?

Penulis: Nazwatun nurul inayah