Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Ari Lasso Kecewa dengan Transfer Royalti WAMI: "Is a Joke"

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Ari Lasso Kecewa dengan Transfer Royalti WAMI: "Is a Joke"

Royalti Masuk Cuma Rp765 Ribu, Kok Bikin Kesal

Ari Lasso, penyanyi senior Indonesia, baru-baru ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembagian royalti dari WAMI. Ia tak sengaja “membocorkan” jumlah yang diterimanya—hanya Rp 765.594—yang menurutnya jauh dari ekspektasi. Unggahan ini langsung menjadi perbincangan hangat, karena tampak menunjukkan betapa kecilnya nominal yang diterima seorang musisi tenar. InstagramFacebook

baca juga:Bahaya Mengakses Situs Streaming Ilegal Seperti IndoXXI dan LK21: Perlindungan dari Malware dan Pencurian Data

Nama Penerima di Bukti Transfer Juga Bikin Heran

Lebih mengejutkan lagi, atas nama penerima di bukti transfer tersebut bukanlah nama Ari Lasso, melainkan tercantum nama orang lain. Hal ini menambah kekesalan sang penyanyi, karena kesalahan administrasi seperti ini bisa menimbulkan salah paham bahkan mengganggu kepercayaan terhadap sistem royalti. InstagramFacebook

Apa Respons WAMI terhadap Tuduhan Ini?

Dalam situasi penuh sorotan ini, publik menanti respons resmi dari WAMI sebagai lembaga yang mengelola royalty. Karena saat ini belum ada klarifikasi, banyak pihak berharap agar proses audit atau penjelasan segera diberikan agar kepercayaan terhadap sistem transparansi dapat dipulihkan.

Kenapa Royalti Ini Jadi Perhatian Kepala?

Beberapa poin penting yang membuat kejadian ini jadi sorotan publik:

  • Nilai royalti sangat kecil meski artis yang bersangkutan tergolong top.
  • Ada kesalahan nama penerima, yang menunjukkan potensi masalah sistem administrasi.
  • Transparansi dan akuntabilitas dipertanyakan, apalagi dalam industri musik yang butuh kejelasan pembagian royalti.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama


Penutup

Ari Lasso mengungkapkan kekesalannya secara terbuka, berharap agar ada evaluasi serius terkait pembagian royalti WAMI. Kejadian ini menjadi peringatan bahwa sistem penghargaan untuk musisi—baik skala besar maupun kecil—perlu diperbaiki agar adil dan dapat dipercaya.


penulis: sofi sintiawati