Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Ari Lasso Ledek WAMI: Royalti Salah Transfer, Desak BPK dan KPK Periksa

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Ari Lasso Ledek WAMI: Royalti Salah Transfer, Desak BPK dan KPK Periksa

Ari Lasso Ungkap Kekecewaan di Media Sosial

Musisi senior Ari Lasso meluapkan amarahnya melalui unggahan Instagram, menyoroti dugaan manajemen buruk di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI). Ia mengungkapkan bahwa laporan pembayaran royalti yang diterimanya tidak sesuai, bahkan nama penerima tercatat atas nama orang lain.

Menurut Ari, nominal royalti yang masuk ke rekeningnya hanya sekitar Rp700 ribu, jauh dari jumlah yang seharusnya diterima. Yang membuatnya semakin geram, laporan tersebut menampilkan nama Mutholah Rizal sebagai penerima, bukan dirinya.

baca juga : Jaringan Kabel Rumah: Mudah dan Cepat!

Sindiran Pedas dan Dugaan Salah Transfer

Ari menilai kesalahan ini bukan hal sepele. Ia bahkan menyebut WAMI sebagai “lelucon” dalam pengelolaan royalti. “Kekonyolan paling hebat adalah transfer ke rekening orang lain. Laporan ini punya saya atau Pak Mutholah Rizal?” sindirnya.

Sebelumnya, Ari sempat menghubungi sahabatnya, Meidy Ferialdi dari Aquarius, yang pernah menjabat di WAMI. Namun, Meidy mengaku sudah tidak lagi terlibat di lembaga tersebut.

baca juga : Mahasiswa dan Dosen Teknokrat pamerkan Produk Penelitian Unggulan di KSTI Indonesia 2025

Desakan Audit dari Lembaga Negara

Tidak hanya mengkritik, Ari juga mendorong agar lembaga negara seperti BPK, KPK, atau Bareskrim turun tangan memeriksa WAMI. Menurutnya, hal ini penting bukan untuk menghukum, melainkan untuk memperbaiki sistem agar WAMI menjadi lembaga yang kredibel dan transparan.

Ari menegaskan bahwa manajemen yang tidak profesional berpotensi merugikan bukan hanya para musisi, tetapi juga negara melalui aspek perpajakan. Ia berharap ke depannya, pengelolaan royalti musik di Indonesia lebih akurat, adil, dan bebas dari kesalahan fatal seperti yang ia alami.

penulis : Ginasti kurniasih trifosa