Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Arsenal Tivat Dilarang Tampil di Kompetisi Eropa Selama 10 Tahun oleh UEFA

Gambar untuk Arsenal Tivat Dilarang Tampil di Kompetisi Eropa Selama 10 Tahun oleh UEFA

Sanksi Berat untuk FK Arsenal Tivat Akibat Skandal Pengaturan Skor

UEFA menjatuhkan larangan tampil di seluruh kompetisi Eropa selama 10 tahun kepada FK Arsenal Tivat, salah satu klub tertua di Montenegro, menyusul kasus pengaturan skor dalam pertandingan kualifikasi UEFA Conference League 2023. Hukuman ini termasuk yang paling lama pernah diberikan oleh UEFA terhadap sebuah klub.

Baca juga:Hasil Pertandingan ASEAN Putri 2025: Indonesia Tahan Imbang Kamboja 1-1

Kronologi Skandal dan Putusan UEFA

Insiden bermula dari pertandingan dua leg antara Arsenal Tivat melawan Alashkert FC dari Armenia pada Juli 2023. Setelah pertandingan leg pertama berakhir imbang 1-1, leg kedua berakhir dengan skor mencurigakan 6-1 untuk Alashkert. Investigasi UEFA menemukan pelanggaran serius terhadap integritas pertandingan serta kode disiplin UEFA, khususnya Pasal 11 dan Pasal 12.

Sebagai hasilnya, FK Arsenal Tivat didenda 500 ribu euro (sekitar Rp9,5 miliar) dan dilarang berpartisipasi dalam kompetisi Eropa hingga musim 2034/2035. UEFA juga merekomendasikan agar FIFA memperluas sanksi ini secara global.

Hukuman Berat untuk Individu Terkait Skandal

Beberapa individu yang terlibat langsung dalam kasus ini mendapat sanksi berat. Nikola Celebic, pemain senior klub, dan Ranko Krgovic, direktur olahraga, menerima larangan seumur hidup dari semua aktivitas sepak bola. Tiga pemain lain, yaitu Cetko Manojlovic, Dusan Puletic, dan Radule Zivkovic, dihukum larangan bermain selama 10 tahun, meskipun hanya Manojlovic yang masih aktif di klub.

FK Arsenal Tivat Bukan Klub Pertama yang Dihukum UEFA Karena Pengaturan Skor

Hukuman berat bukan hal baru di sepak bola Eropa. Sejumlah klub lain juga pernah menerima larangan tampil di kompetisi UEFA karena pelanggaran integritas. Contohnya, FK Skenderbeu dari Albania yang pada 2018 mendapatkan larangan 10 tahun dan denda 1 juta euro akibat pengaturan skor.

Klub lain seperti FK Pobeda (Makedonia Utara) juga mendapat larangan 8 tahun pada 2009 karena manipulasi hasil pertandingan. Di Turki, Fenerbahce dan Besiktas sempat dilarang tampil selama dua dan satu tahun karena skandal serupa. Klub besar seperti Juventus dan AC Milan juga pernah dihukum karena pelanggaran Financial Fair Play.

Baca juga:Wisuda Periode I 2025 Universitas Teknokrat: Cetak Generasi Siap Sambut Indonesia Emas

Dampak Negatif Skandal Terhadap FK Arsenal Tivat dan Sepak Bola Montenegro

Sanksi ini mencoreng reputasi FK Arsenal Tivat, yang pernah menjadi simbol kebanggaan sepak bola Montenegro dengan sejarah panjang dan prestasi lokal yang gemilang. Kejayaan masa lalu klub terasa memudar setelah skandal ini, apalagi musim terakhir sebelum hukuman mereka harus berjuang keras agar tidak degradasi.

Selain merusak citra klub, kasus ini juga berdampak buruk bagi persepsi internasional terhadap sepak bola Montenegro. Absennya Arsenal Tivat selama satu dekade dari kompetisi Eropa mengurangi peluang negara tersebut memiliki wakil kuat di panggung kontinental.

Penulis: Nur aini