La Liga musim 2025/26 baru berjalan beberapa pekan, namun sudah menghadirkan kejutan menarik. Dua tim yang jarang masuk dalam radar kandidat juara, yakni Athletic Bilbao dan Getafe, justru sukses mencatatkan awal sempurna dengan sapu bersih kemenangan. Konsistensi yang mereka perlihatkan membuat banyak pihak mulai melirik peluang keduanya untuk menjadi kuda hitam dalam perburuan gelar musim ini.
baca juga:IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar di Tengah Tekanan Bursa Asia
Bilbao: Tradisi, Mentalitas, dan Energi Baru
Athletic Bilbao kembali membuktikan bahwa mereka adalah klub dengan identitas kuat yang mampu bersaing di level tertinggi. Ernesto Valverde, yang kembali dipercaya menukangi Los Leones, sukses meramu kombinasi pemain muda dan senior menjadi kekuatan kolektif yang sulit dihentikan.
Dua kemenangan awal Bilbao lahir bukan hanya karena kualitas individu, tetapi juga soliditas tim. Nico Williams tampil sebagai bintang muda yang paling mencuri perhatian. Kecepatan dan dribelnya di sisi sayap membuat pertahanan lawan sering kelabakan. Sang kakak, Inaki Williams, tetap menjadi motor serangan dengan pengalaman dan naluri golnya yang tajam.
Di lini tengah, Oihan Sancet menunjukkan kedewasaan luar biasa. Perannya sebagai playmaker menjadikan permainan Bilbao lebih terstruktur dan fleksibel. Sementara itu, Unai Simón di bawah mistar tetap menjadi tembok kokoh dengan refleks-refleks krusial yang menyelamatkan tim dari kebobolan.
Valverde menekankan pressing tinggi dan transisi cepat sebagai ciri khas Bilbao. Strategi itu berjalan efektif dalam dua laga awal, di mana mereka sukses menekuk lawan-lawannya dengan permainan agresif namun tetap disiplin.
Getafe: Disiplin Pertahanan yang Berbuah Manis
Sementara itu, Getafe memberikan kejutan besar dengan mencatatkan dua kemenangan beruntun. Tim asal pinggiran Madrid ini dikenal sebagai kesebelasan yang mengandalkan kedisiplinan pertahanan dan permainan pragmatis. Namun musim ini, mereka juga menunjukkan keberanian dalam menyerang.
Pelatih José Bordalás berhasil menanamkan mentalitas pantang menyerah pada skuadnya. Dalam dua pertandingan awal, Getafe mampu menjaga gawang tetap steril sekaligus memanfaatkan peluang sekecil apa pun untuk mencetak gol. Efisiensi menjadi kata kunci.
Nama Borja Mayoral kembali menjadi sorotan. Striker yang sempat diragukan produktivitasnya justru tampil tajam di depan gawang. Dukungan dari lini tengah yang solid, termasuk peran kreatif Carles Aleñá, membuat Getafe tidak hanya bertahan, tetapi juga punya variasi serangan berbahaya.
Kemenangan demi kemenangan ini menunjukkan bahwa Getafe bukan sekadar tim yang mengandalkan keberuntungan. Mereka punya struktur permainan yang jelas, disiplin dalam bertahan, serta klinis dalam mengeksekusi peluang.
Statistik yang Menggambarkan Dominasi
Baik Bilbao maupun Getafe mencatatkan statistik impresif dalam dua laga awal. Bilbao rata-rata menguasai bola hingga 58% per pertandingan, dengan rata-rata 15 tembakan ke gawang lawan. Agresivitas mereka menunjukkan identitas tim yang percaya diri dalam menyerang.
Sementara itu, Getafe hanya menguasai bola sekitar 42%, tetapi efisiensi mereka sangat tinggi. Dari total 12 tembakan tepat sasaran, lima di antaranya berbuah gol. Artinya, meski jarang menciptakan peluang, efektivitas mereka menutup kekurangan penguasaan bola.
Pertahanan juga menjadi faktor kunci. Bilbao baru kebobolan satu gol, sementara Getafe sejauh ini masih menjaga clean sheet. Data ini menunjukkan bahwa keduanya mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan, sesuatu yang biasanya sulit dilakukan tim di luar jajaran elite.
Dampak untuk Papan Klasemen
Awal sempurna Bilbao dan Getafe membawa keduanya ke papan atas klasemen La Liga, sejajar dengan tim-tim elite seperti Real Madrid dan Barcelona. Bagi Bilbao, start ini memperkuat ambisi mereka untuk setidaknya finis di zona Liga Champions. Dukungan penuh publik San Mamés menjadi tambahan energi yang membuat mereka semakin percaya diri.
Sedangkan bagi Getafe, hasil ini lebih dari sekadar poin. Ini adalah suntikan moral luar biasa bagi skuad yang dalam beberapa musim terakhir sering berjuang di papan tengah bahkan bawah. Dengan fondasi pertahanan yang solid, mereka kini bisa bermimpi menembus kompetisi Eropa musim depan.
Bisakah Mereka Geser Dominasi Madrid dan Barca?
Pertanyaan besar yang mulai muncul adalah apakah Bilbao dan Getafe bisa mempertahankan tren ini untuk benar-benar menantang dominasi Real Madrid dan Barcelona. Secara kualitas skuad, keduanya memang masih berada di bawah dua raksasa tersebut. Namun, sepak bola bukan hanya soal nama besar, melainkan juga konsistensi, mentalitas, dan keberanian.
Jika Bilbao mampu menjaga performa Nico Williams dan Oihan Sancet tetap stabil, ditambah pengalaman dari pemain senior, mereka bisa menjadi pesaing nyata. Sementara itu, Getafe mungkin tidak memiliki bintang sekelas Bilbao, tetapi struktur permainan dan mental baja ala Bordalás bisa membuat mereka sulit ditaklukkan, terutama di laga-laga penting.
penulis:mudho firudin