Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Atlético Bucaramanga Menderita Kekalahan Telak di Liga BetPlay

Kategori: Sport
Gambar untuk Atlético Bucaramanga Menderita Kekalahan Telak di Liga BetPlay

Atlético Bucaramanga mengalami kekalahan 3-2 dalam pertandingan keempat Liga BetPlay melawan Deportivo Cali di Stadion Américo Montanini. Meskipun sempat menunjukkan perbaikan di babak kedua, tim Leonel Álvarez gagal untuk memanfaatkan peluang dan harus menelan kekalahan pertama mereka di paruh kedua musim ini.

Baca juga: Jokowi Soroti Isu Ijazah Saat Reuni UGM: Ini Bukan Soal Keaslian, Tapi Kepentingan Politik

Babak Pertama yang Buruk bagi Bucaramanga

Deportivo Cali unggul lebih dulu pada menit ke-11 setelah Andrey Estupiñán berhasil mencetak gol dari tendangan penalti. Penalti ini diberikan setelah Avilés Hurtado dilanggar di kotak penalti oleh Luciano Pons. Tim tuan rumah berusaha untuk segera merespons, namun mereka kesulitan dalam menciptakan peluang berbahaya. Pada menit ke-21, kesalahan ganda dari Bucaramanga membuat Javier Reina menggandakan keunggulan Cali melalui tendangan bebas yang indah, membuat skor menjadi 2-0.

Bucaramanga terus berusaha menekan dan mencari celah, namun permainan mereka tampak terhambat oleh kurangnya konsistensi dan kecerobohan dalam bertahan. Leonel Álvarez melakukan pergantian pemain, dengan memasukkan Leonardo Flores untuk menggantikan Aldair Zárate, namun tim tetap kesulitan untuk membalikkan keadaan.

Reaksi dan Kesulitan di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Bucaramanga tampil lebih agresif dan berhasil mencetak gol pertama mereka lewat penalti yang disebabkan oleh handball Yeison Gordillo. Luciano Pons dengan tenang mengeksekusi penalti tersebut dan mengubah skor menjadi 2-1. Meski demikian, Deportivo Cali kembali memperlihatkan ketangguhan mereka.

Pada menit ke-63, Bucaramanga kembali dihukum penalti setelah Carlos Henao melakukan handball di kotak penalti. Kali ini, Avilés Hurtado sukses mengubahnya menjadi gol, membawa Cali unggul 3-1. Situasi semakin sulit bagi Bucaramanga ketika Jhon Vásquez menerima kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan pada menit ke-70, memaksa tim tuan rumah bermain dengan sepuluh pemain.

Meskipun Kekurangan Pemain, Bucaramanga Tidak Menyerah

Meski bermain dengan 10 pemain, Bucaramanga terus berusaha untuk mencetak gol. Fabián Sambueza hampir menyamakan kedudukan, namun tembakannya membentur tiang gawang. Pada menit ke-80, tim tuan rumah akhirnya memperkecil ketertinggalan setelah gol bunuh diri dari Joaquín Verela, mengubah skor menjadi 3-2.

Namun, meski terus menekan, waktu sudah tidak berpihak pada Bucaramanga. Deportivo Cali berhasil bertahan dan mengamankan kemenangan 3-2. Kemenangan ini membawa Cali naik ke posisi yang lebih baik di klasemen, sementara Bucaramanga harus bertandang ke Valledupar untuk memperbaiki posisi mereka di liga.

Baca juga: Kenali Routing dengan Mudah: Dasar dan Penerapannya

Bucaramanga Butuh Pembenahan untuk Kembali ke Jalur Kemenangan

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Bucaramanga, yang kini berada di posisi ke-17 klasemen dengan hanya meraih satu poin dari enam pertandingan di kandang mereka. Dengan permainan yang perlu banyak pembenahan, mereka berharap bisa mendapatkan hasil positif dalam pertandingan berikutnya melawan Valledupar pada Minggu depan.

Penulis: Kayla Maharani