Liturgi Sabda dalam Misa Mingguan
Dalam Gereja Katolik, misa mingguan biasanya dilaksanakan pada Sabtu sore dan sepanjang hari Minggu. Salah satu bagian penting dari misa adalah Liturgi Sabda, yang mencakup pembacaan Kitab Suci.
Setiap misa hari Minggu umumnya memiliki tiga bacaan:
- Bacaan Pertama – diambil dari Perjanjian Lama, memberikan konteks dan latar tema misa.
- Bacaan Kedua – diambil dari surat-surat dalam Perjanjian Baru, berisi ajaran dan refleksi iman.
- Bacaan Injil – diambil dari kitab Matius, Markus, Lukas, atau Yohanes, menjadi bacaan paling penting.
baca juga : Amnesti untuk Hasto Kristiyanto, PDIP Tegaskan Tetap Jadi Kekuatan Penyeimbang
Tata Urutan Bacaan
Setelah Bacaan Pertama, umat akan menyanyikan atau membacakan Mazmur Tanggapan sesuai tema bacaan. Sebelum Bacaan Injil, dilantunkan Bait Pengantar Injil (Alleluya) sebagai tanda persiapan menyambut sabda Yesus.
- Bacaan Pertama & Kedua dibacakan oleh lektor.
- Bacaan Injil dibacakan oleh Romo/Pastor sebagai pemimpin misa.
Untuk Misa Minggu, 3 Agustus 2025, digunakan Liturgi Hari Minggu Biasa XVIII dengan warna liturgi hijau.
Bacaan Pertama – Pengkhotbah 1:2; 2:21-23
"Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia..."
Bacaan ini menegaskan bahwa segala usaha manusia di dunia adalah sementara dan sia-sia jika tidak berlandaskan Tuhan. Bahkan kerja keras yang dilakukan dengan hikmat, pengetahuan, dan kecakapan akan diwariskan kepada orang lain.
Bacaan Kedua – Kolose 3:1-5, 9-11
"Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada..."
Rasul Paulus mengingatkan jemaat untuk mengarahkan hati pada perkara surgawi, bukan pada hal-hal duniawi. Umat diajak meninggalkan dosa seperti hawa nafsu, keserakahan, dan dusta, serta mengenakan “manusia baru” yang diperbarui menurut gambar Allah.
Bait Pengantar Injil
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga."
Bacaan Injil – Lukas 12:13-21
Injil menceritakan Yesus yang menegur seorang pria karena bersikap tamak dalam hal warisan. Yesus kemudian mengisahkan perumpamaan tentang orang kaya yang menimbun hasil panennya untuk bersenang-senang, tetapi hidupnya berakhir malam itu juga.
Pesan utama bacaan ini adalah kekayaan sejati ada pada hubungan dengan Allah, bukan pada harta dunia.
penulis : Elsandria