Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, baru saja menjabat selama lima bulan ketika ia terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagaimana proses OTT ini mengungkap keterlibatannya dalam kasus korupsi? Berikut adalah detail mengenai kasus yang mengguncang dunia politik Sulawesi Tenggara.
baca juga:Inovasi Terbaru dalam Desain Kapal Ramah Lingkungan: Lautan Butuh Napas
KPK Tangkap Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis
Pada Kamis, 7 Agustus 2025, Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, mengonfirmasi kepada awak media bahwa pihaknya telah melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) di Sulawesi Tenggara. Tanak mengungkapkan bahwa salah satu yang berhasil ditangkap dalam operasi tersebut adalah Abdul Azis, Bupati Kolaka Timur.
Namun, Tanak belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kasus ini, mengingat tim KPK masih tengah bekerja untuk menyelesaikan proses OTT. Menurut Tanak, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo akan memberikan penjelasan lebih lanjut setelah proses penyelidikan dan pengumpulan bukti selesai.
KPK Masih Menyelesaikan Kasus, Detail Belum Diumumkan
Seiring dengan berjalannya operasi, Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai barang bukti atau siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus yang menyeret Abdul Azis. Prasetyo memastikan bahwa KPK akan mengungkapkan semua informasi yang relevan setelah semua tahapan penyelidikan selesai.
Sementara itu, banyak pihak menunggu perkembangan lebih lanjut tentang siapa saja yang terlibat dan bagaimana kaitan antara Bupati Kolaka Timur dengan korupsi yang tengah diusut.
Apa yang Terjadi pada Bupati Abdul Azis?
Meskipun menjabat hanya dalam waktu singkat, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis terlibat dalam kasus korupsi yang melibatkan proyek pembangunan di daerah tersebut. Kasus ini terkait dengan dugaan suap yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk perusahaan swasta dan pejabat terkait di tingkat provinsi.
KPK kini sedang menyelidiki lebih lanjut keterlibatan Abdul Azis dalam kasus ini, yang berpotensi memberikan dampak besar pada reputasi pemerintahan lokal di Kolaka Timur.
penulis:dafa aditiya.f