Tuduhan Serius: Legitimasi Ijazah Jokowi Kembali Dipertanyakan
Politikus senior PDIP, Beathor Suryadi, kembali menghidupkan perdebatan seputar keaslian ijazah Joko Widodo, yang digunakan untuk pencalonan dalam Pilkada Solo 2005 dan 2010. Dalam pernyataannya pada Jumat (1/8/2025), Beathor secara terbuka menyerukan agar mantan Presiden Jokowi dan Paiman Raharjo segera ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen akademik.
Beathor menuding bahwa selama lebih dari 35 tahun, ijazah asli Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 tidak pernah ditunjukkan secara publik. Ia mempertanyakan mengapa dokumen penting seperti berita acara verifikasi KPUD Solo tidak tersedia untuk publik sejak proses pencalonan Jokowi sebagai wali kota.
“Kalau asli, tunjukkan ke publik. Ini bukan ranah pribadi, ini menyangkut legalitas seorang kepala negara,” ujar Beathor.
baca:Anies Baswedan Dampingi Tom Lembong Bebas, Rayakan Abolisi dari Presiden Prabowo
Dugaan Keterlibatan Paiman Raharjo: Jejak Lama dari Pasar Pojok
Siapa Paiman Raharjo?
Menurut Beathor, Paiman Raharjo, seorang mantan pebisnis jasa ketik dan cetak dokumen di Pasar Pojok Pramuka, Jakarta, adalah tokoh kunci di balik dugaan pemalsuan ijazah Jokowi. Beathor mengklaim Paiman "secara ajaib" dipertemukan dengan Jokowi sekitar tahun 2005, tak lama sebelum Pilkada Solo berlangsung.
Ia menyebut bahwa Paiman telah terlibat dalam jaringan pemalsuan dokumen sejak lama, dan bahkan memiliki keterkaitan dengan sejumlah berkas lama yang diamankan Polda Metro Jaya sejak 2015.
“Tuhan yang mempertemukan mereka,” kata Beathor dengan nada sinis.
Polisi Disebut Menguasai Dokumen Penting, Tapi Belum Transparan
Beathor juga menuduh aparat kepolisian—terutama Polda Metro Jaya—telah menyimpan sejumlah dokumen kunci, termasuk:
- Ijazah asli Jokowi
- Berita acara verifikasi dari KPUD Solo
- Bukti jaringan pemalsuan dokumen dari Pasar Pojok
Namun, hingga kini tidak pernah ada audit terbuka atau penyelidikan yang transparan kepada publik terkait keaslian dokumen tersebut.
Roy Suryo dan Paiman: Dugaan Upaya Penghentian Isu
Dalam pernyataannya, Beathor mengungkap bahwa Paiman pernah menghubungi Roy Suryo untuk menghentikan manuver-manuver publik terkait isu ijazah palsu. Ini, menurut Beathor, semakin memperkuat dugaan bahwa Paiman adalah bagian dari lingkaran dalam Jokowi yang mengetahui pembuatan dokumen bermasalah tersebut.
Seruan Beathor: Tangkap Jokowi dan Paiman Sekarang!
Beathor secara eksplisit menyuarakan seruan provokatif: “Tangkap Jokowi dan Paiman!”. Ia menilai kasus ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan personal, melainkan sebagai skandal nasional yang menyentuh integritas konstitusi dan kepercayaan rakyat terhadap institusi negara.
“Kalau ini benar, maka kita sedang menyaksikan krisis kepercayaan terhadap hukum dan demokrasi,” katanya.
Implikasi Politik dan Stabilitas Nasional
Seruan ini datang di saat iklim politik nasional tengah bersiap menghadapi dinamika tahun-tahun politik ke depan. Jika isu ini tidak ditangani dengan transparansi dan klarifikasi yang memadai, dikhawatirkan akan memunculkan gelombang kecurigaan dan ketidakpercayaan publik yang lebih besar.
Beathor disebut tengah memainkan isu sensitif yang bisa berdampak serius terhadap stabilitas politik nasional, jika tak segera dijawab oleh aparat penegak hukum dan lembaga terkait.
penulis: inziria