Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Beda AUM dan CASA: Apa Itu dan Mengapa Penting dalam Dunia Keuangan?

Gambar untuk Beda AUM dan CASA: Apa Itu dan Mengapa Penting dalam Dunia Keuangan?

Dalam dunia keuangan, kita sering kali mendengar istilah-istilah seperti AUM dan CASA. Meskipun keduanya berhubungan dengan dunia perbankan dan investasi, banyak orang yang belum sepenuhnya memahami perbedaan antara keduanya. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang AUM dan CASA, serta bagaimana kedua istilah ini berperan penting dalam kegiatan keuangan, baik bagi nasabah maupun institusi finansial.

Baca juga: W.W.W adalah Singkatan dari Istilah Apa, Sih? Ini Jawaban Lengkapnya!

1. Apa Itu AUM (Assets Under Management)?

AUM adalah singkatan dari Assets Under Management atau dalam bahasa Indonesia, Aset yang Dikelola. AUM merujuk pada total nilai aset yang dikelola oleh suatu lembaga keuangan, seperti bank, perusahaan manajer investasi, atau dana pensiun. Nilai aset ini dapat berupa saham, obligasi, properti, atau instrumen keuangan lainnya yang dimiliki oleh klien dan dikelola oleh pihak lembaga keuangan.

Mengapa AUM Penting?

AUM sering digunakan sebagai indikator ukuran atau kekuatan finansial suatu lembaga keuangan. Semakin besar AUM, semakin banyak dana yang dikelola, yang biasanya berhubungan dengan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan lebih tinggi bagi klien atau investor. Bagi perusahaan manajer investasi, misalnya, semakin besar AUM mereka, semakin besar pula potensi pendapatan yang diperoleh melalui biaya pengelolaan aset.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan manajer investasi mengelola dana sebesar Rp 1 triliun, maka AUM mereka adalah Rp 1 triliun. AUM ini digunakan oleh investor untuk menilai kredibilitas perusahaan tersebut dalam mengelola dana.

2. Apa Itu CASA (Current Account Saving Account)?

CASA adalah singkatan dari Current Account Saving Account, yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Rekening Giro dan Tabungan. CASA merujuk pada kombinasi dari dua jenis rekening yang ada di bank, yaitu rekening giro (current account) dan rekening tabungan (savings account).

Fungsi CASA dalam Perbankan

CASA menjadi sangat penting bagi bank karena kedua jenis rekening ini biasanya digunakan untuk transaksi sehari-hari, seperti penarikan uang, pembayaran, dan setoran. Dari sudut pandang bank, semakin banyak nasabah yang membuka rekening giro dan tabungan, semakin besar potensi dana yang tersedia untuk dipinjamkan kepada nasabah lain. Bank biasanya mengandalkan CASA untuk mendapatkan dana murah, yang bisa digunakan untuk menyalurkan kredit dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif.

Rekening giro digunakan oleh perusahaan atau individu untuk transaksi rutin dan memiliki fasilitas cek atau transfer langsung, sementara rekening tabungan lebih sederhana dan memberikan bunga kepada nasabah yang menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu.

3. Apa Perbedaan Utama antara AUM dan CASA?

Sekarang kita sudah memahami definisi masing-masing, namun banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya perbedaan antara AUM dan CASA? Berikut adalah beberapa poin perbedaan utama yang perlu Anda ketahui:

a. Fungsi dan Tujuan

  • AUM berfokus pada pengelolaan dana atau aset yang dimiliki oleh klien oleh lembaga keuangan atau manajer investasi. AUM lebih berhubungan dengan investasi jangka panjang dan pengelolaan portofolio.
  • CASA, di sisi lain, adalah rekening yang digunakan untuk transaksi harian, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis. CASA lebih berfokus pada pengelolaan dana yang siap digunakan dalam waktu singkat.

b. Sumber Dana

  • AUM melibatkan aset yang dikelola, yang biasanya datang dari investor yang ingin memperoleh imbal hasil dari investasi mereka.
  • CASA berisi dana yang didepositkan oleh nasabah ke bank dan digunakan untuk transaksi harian. Dana ini lebih cair dan tidak terikat pada investasi jangka panjang.

c. Pendapatan bagi Lembaga Keuangan

  • AUM memberikan pendapatan bagi lembaga keuangan melalui biaya manajemen aset yang dibebankan kepada klien.
  • CASA menghasilkan pendapatan bagi bank melalui margin bunga yang diperoleh dari peminjaman dana yang terkumpul di rekening giro dan tabungan kepada nasabah lain.

d. Risiko Investasi

  • AUM berisiko lebih tinggi karena dana yang dikelola sering kali terinvestasi di instrumen berisiko, seperti saham atau obligasi. Meskipun ada potensi keuntungan yang lebih tinggi, ada pula kemungkinan kerugian.
  • CASA biasanya tidak terlibat dalam risiko investasi karena dana tersebut disimpan di bank dalam bentuk yang sangat cair dan hanya memberikan bunga kecil.

4. Bagaimana AUM dan CASA Mempengaruhi Kinerja Bank atau Lembaga Keuangan?

Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam keseimbangan keuangan sebuah lembaga, baik itu bank, perusahaan manajer investasi, atau lembaga keuangan lainnya.

a. AUM sebagai Indikator Kinerja

Bagi perusahaan manajer investasi atau dana pensiun, AUM adalah salah satu indikator utama untuk menilai seberapa sukses perusahaan dalam menarik dana investor. Semakin besar AUM, semakin kuat posisi perusahaan dalam industri investasi.

b. CASA sebagai Sumber Dana Murah

Untuk bank, CASA adalah salah satu sumber dana murah yang memungkinkan mereka untuk memberikan pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah. Semakin tinggi jumlah CASA, semakin besar pula dana yang dimiliki bank untuk disalurkan kembali ke nasabah dalam bentuk kredit.

Baca juga: Mendiktisaintek Brian Yuliarto Apresiasi Tinggi Digital Smart Composter Karya Universitas Teknokrat Indonesia

5. Kesimpulan: AUM dan CASA, Keduanya Penting dalam Dunia Keuangan

AUM dan CASA adalah dua konsep yang sangat penting dalam dunia keuangan, namun memiliki peran dan fungsi yang berbeda. AUM berfokus pada pengelolaan investasi dan aset yang dikelola untuk memperoleh keuntungan, sementara CASA berhubungan dengan transaksi harian dan pengumpulan dana untuk keperluan kredit. Keduanya, meski berbeda, saling melengkapi dan berperan penting dalam kelancaran operasional lembaga keuangan.

Memahami perbedaan antara keduanya akan membantu Anda lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi atau bisnis, serta lebih memahami bagaimana lembaga keuangan bekerja dan menghasilkan pendapatan.

Penulis : Eka sri indah lestary