Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Belum Ada Rencana Blokir Roblox, Menkomdigi: Masih Akan Dievaluasi

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Belum Ada Rencana Blokir Roblox, Menkomdigi: Masih Akan Dievaluasi

Pemerintah Pantau Game Online yang Berpotensi Berbahaya Bagi Anak

Game online Roblox belakangan menjadi sorotan setelah muncul kekhawatiran terkait konten kekerasan yang terkandung di dalamnya. Meskipun ada dorongan dari sejumlah pihak untuk memblokir game tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa belum ada rencana pemblokiran saat ini.

"Belum ada rencana, nggak ada, belum ada rencana sampai nanti kita lihat, kita evaluasi. Kan ada Dirjen Pengawasan Ruang Digital yang terus memantau," jelas Meutya kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan.

Dia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari Dirjen terkait untuk melihat sejauh mana dampak permainan Roblox terhadap anak-anak dan pengguna digital di Indonesia. "Belum ada penyampaian dari dirjen tersebut, nanti kita lihat," imbuh Meutya.

baca juga : Wakil Panglima TNI Akan Resmi Dilantik pada 10 Agustus 2025 dalam Upacara Kehormatan Militer


Mensesneg: Kalau Mengandung Kekerasan, Bisa Ditutup

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga memberikan komentar terkait game Roblox yang sedang populer di kalangan anak-anak. Ia menyatakan bahwa jika permainan tersebut terbukti mengandung unsur kekerasan dan berdampak negatif, maka pemerintah tidak akan ragu untuk menutup aksesnya.

"Kalau memang itu mengandung unsur-unsur kekerasan, ya kita tutup. Nggak ada masalah. Kita mau melindungi generasi kita," tegas Prasetyo.


Fokus Utama Pemerintah: Lindungi Generasi Muda dari Konten Negatif

Juru bicara Istana tersebut menekankan bahwa fokus utama pemerintah bukan hanya pada satu game tertentu, tetapi pada seluruh konten digital yang dapat memengaruhi perilaku generasi muda. Mulai dari game, siaran televisi, pemberitaan, hingga media sosial, semua akan diawasi ketat untuk meminimalisir paparan negatif.

"Intinya bukan soal Roblox-nya saja, tapi kita sebagai bangsa harus waspada terhadap berbagai unsur yang bisa membentuk karakter generasi muda ke arah yang kurang baik," ujarnya.

Pemerintah menyadari keresahan masyarakat terkait konten digital yang tidak sesuai usia, dan akan terus berupaya mengurangi penyebaran konten semacam itu.

baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Resmi Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Dorong Jadi Generasi Profesional dan Mandiri


Evaluasi Konten Digital Terus Dilakukan

Sejalan dengan meningkatnya penggunaan teknologi oleh anak-anak dan remaja, pemerintah akan terus mengevaluasi berbagai platform digital yang ramai digunakan. Proses pengawasan ini akan dilakukan secara berkelanjutan oleh Dirjen Pengawasan Ruang Digital di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital.

Meski belum ada langkah pemblokiran, pernyataan dari para pejabat menunjukkan bahwa pemerintah siap bertindak tegas jika konten dalam sebuah platform dianggap membahayakan perkembangan anak.

penulis : elsandria