Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Bentang Jawa 2025: Cuaca Ekstrem dan Persaingan Ketat, Stephen Lane Memimpin Hari Pertama

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk Bentang Jawa 2025: Cuaca Ekstrem dan Persaingan Ketat, Stephen Lane Memimpin Hari Pertama

Hari pertama ajang ultra cycling Bentang Jawa 2025, Minggu, 10 Agustus 2025, diwarnai cuaca tak menentu yang menguji ketangguhan para peserta. Meski dimulai dengan cuaca cerah, keadaan berubah menjadi sangat terik ketika matahari mulai meninggi, lalu disusul hujan deras pada sore hari, tepatnya di sekitar wilayah Cicadas, 30 km sebelum Pelabuhan Ratu. Kondisi ini memaksa banyak peserta untuk berhenti sejenak dan menunggu hujan reda.

baca:Fakta di Balik Hoaks Video Orca Membunuh Pelatih Jessica Radcliffe

Cuaca Ekstrem Menjadi Tantangan Berat bagi Peserta

Pada hari pertama, hujan deras dan badai melanda, memaksa banyak peserta, termasuk Azrul Ananda dan Joko Sumalis, untuk berhenti beberapa kali. Azrul Ananda yang turut berlomba di kategori Pair bersama Joko Sumalis, mengatakan:

"Di KM 208, kurang 30 km dari Pelabuhan Ratu. Hujan lebat, badai. Hari ini kita akan nanjak 3.100 meter sampai Pelabuhan Ratu. Dengan cuaca kayak gini agak ngeri karena nanti akan ada turunan panjang."

Azrul dan Joko saat ini berada di posisi tiga besar kategori Pair, tertinggal dari pasangan ayah dan anak, Miswanto-Yusuf Kibar, yang telah mencapai KM 255 pada pukul 20.00 WIB. Peringkat kedua ditempati oleh Asril Kurniadi dan Mohammad Rifqi Febrianto.

Stephen Lane Tertinggi di Kategori Men Solo

Pada kategori Men Solo, cyclist asal Australia, Stephen Lane, masih memimpin dengan jarak yang cukup mencolok dari rival terdekatnya, Jaka Indra Lesmana. Kedua cyclist ini terpisah sekitar 25 km. Di posisi ketiga, ada Qorie Muhammad Herdiansyah.

Menariknya, Zidan Attala Nouval, juara East Java Journey (EJJ) 2025, perlahan mulai merangsek ke posisi terdepan. Zidan, yang dikenal memiliki daya tahan luar biasa, mengawali balapan dengan pace sedang. Dalam EJJ 2025 yang lalu, Zidan mengaku hanya tidur satu jam saja dan menyelesaikan balapan 1.500 km dalam waktu 87 jam 9 menit 58 detik meski dalam kondisi tidak ideal karena kecelakaan sebelum lomba.

baca:Mahasiswa dan Dosen Teknokrat pamerkan Produk Penelitian Unggulan di KSTI Indonesia 2025

Prediksi Penyelesaian CP 1 dan Posisi Terkini di Women Solo

Para pembalap terdepan diprediksi akan mencapai checkpoint pertama di Rancabuaya (KM 455) sebelum tengah malam atau Senin (11/8) dini hari.

Sementara itu, di kategori Women Solo, Citra Dewi Saraswati tampil dominan. Citra menjadi cyclist perempuan terdepan dan telah mencapai KM 232 pada pukul 20.00 WIB. Pesaing terdekatnya, Tri Ayu Lestari, tertinggal 23 km di belakang Citra.

penulis: inziria