Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Besok Jadi Hari Terpendek Ketiga Tahun Ini, Rotasi Bumi Makin Cepat

Kategori: Tata Surya
Gambar untuk Besok Jadi Hari Terpendek Ketiga Tahun Ini, Rotasi Bumi Makin Cepat

Sub Judul 1: Rotasi Bumi Percepat Durasi Hari, 5 Agustus Jadi Hari Terpendek Ketiga

Pada tanggal 5 Agustus 2025, durasi rotasi harian Bumi tercatat 1,25 milidetik lebih pendek dari biasanya. Fenomena ini menjadikan hari tersebut sebagai hari terpendek ketiga di tahun 2025, seperti yang dikutip dari laman Space. Percepatan rotasi Bumi ini telah terpantau sejak awal Juli 2025 dan menarik perhatian ilmuwan di seluruh dunia.

baca Juga:Nasihat Eks Pelatih PSM untuk M. Ardiansyah, Kiper Terbaik Piala AFF U-23

Sub Judul 2: Penyebab Percepatan Rotasi Bumi, Dari Gravitasi Hingga Inti Bumi

Meskipun perubahan panjang hari Bumi disebabkan oleh berbagai faktor alami, termasuk tarikan gravitasi Bulan dan sirkulasi atmosfer, percepatan rotasi yang terjadi belakangan ini semakin sulit dijelaskan. Meskipun teori ilmiah menunjukkan bahwa mencairnya es kutub dan redistribusi massa akibat naiknya permukaan laut seharusnya memperlambat rotasi Bumi, data menunjukkan bahwa rotasi Bumi justru makin cepat.

Sub Judul 3: Dampak Percepatan Rotasi Bumi Terhadap Teknologi dan Waktu Universal

Meskipun perubahan durasi hari Bumi hanya terjadi dalam hitungan milidetik, dampaknya bisa signifikan terhadap sistem waktu global. Pengaruh percepatan rotasi Bumi bisa terasa dalam sistem teknologi tinggi seperti GPS, komunikasi global, dan perhitungan waktu universal. Jika tren ini berlanjut, para ilmuwan memperkirakan bahwa "detik kabisat negatif" mungkin akan diterapkan pada tahun 2029, yaitu mengurangi satu detik dari jam atom, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak sistem waktu atom diperkenalkan.

baca Juga:Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama

Sub Judul 4: Detik Kabisat Negatif, Solusi Mengatasi Perubahan Waktu Bumi

Sebagai respons terhadap perubahan rotasi Bumi, sistem waktu global harus mampu beradaptasi. Sejak 1972, detik kabisat biasa ditambahkan untuk menyesuaikan dengan perlambatan rotasi Bumi. Namun, sejak 2016, tidak ada detik kabisat yang ditambahkan, menandakan adanya perubahan tren. Jika percepatan rotasi Bumi terus berlanjut, pengurangan satu detik dari jam atom akan menjadi tantangan teknis bagi sistem waktu global.

penulis:Dafa Aditya.f