Setelah mencetak rekor tertinggi di level US$123.000, harga Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Menurut laporan Institutional Insights dari Cryptoquant, mata uang kripto ini kini berada dalam fase konsolidasi bullish, didorong oleh melemahnya tren on-chain, pengambilan keuntungan besar, dan penurunan likuiditas.
Indeks Bull Score Turun, Apakah Momentum Bitcoin Mulai Melemah?
Cryptoquant mencatat bahwa Indeks Bull Score, yang mencerminkan kekuatan tren bullish Bitcoin, turun dari 80 ke 60. Penurunan ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih berada di zona positif, kekuatan dorongnya mulai melemah. Para analis menyebut kondisi ini sebagai fase pendinginan pasar, yang umum terjadi setelah reli besar.
Apa Penyebab Melemahnya Momentum Pasar Bitcoin?
Beberapa indikator on-chain yang sebelumnya mendukung tren naik kini mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan:
- Pertumbuhan likuiditas stablecoin, indikator utama masuknya modal baru, melambat signifikan.
- Aktivitas jaringan Bitcoin juga mengalami penurunan.
- Aliran masuk BTC ke bursa besar, seperti Coinbase, mulai menyusut, mengindikasikan melemahnya permintaan jangka pendek.
Selain itu, banyak trader terlihat mulai mengambil keuntungan, yang tercermin dari sinyal margin keuntungan on-chain yang berubah menjadi merah. Ini menandakan bahwa sebagian besar investor telah merealisasikan profit dan saat ini hanya memiliki sedikit posisi menguntungkan yang belum terealisasi.
Konsolidasi Didukung oleh Musim Panas dan Ketidakpastian Pasar
Penurunan momentum ini juga diperkuat oleh perlambatan musiman yang biasa terjadi di musim panas. Cryptoquant menyebutkan bahwa fase saat ini adalah periode wajar di mana pasar cenderung bergerak mendatar sebelum menentukan arah berikutnya.
Beberapa indikator valuasi, seperti:
- Indeks Bull-Bear Cycle
- Profit and Loss Index (P&L)
- Skor MVRV Z
…telah mendekati batas kritis yang memisahkan fase bullish dari bearish. Jika tekanan jual berlanjut, Bull Score Index diprediksi bisa jatuh di bawah level 40, untuk pertama kalinya sejak April 2023.
baca juga: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Ikuti Munas Aptisi VII di Bandung
Apakah Bitcoin Masih Punya Potensi Naik?
Meskipun situasi saat ini menunjukkan tren melemah, Cryptoquant masih melihat pasar dalam siklus bullish secara keseluruhan. Namun, kondisi ini dinilai sebagai momen transisi yang membutuhkan pemicu baru untuk melanjutkan reli. Tanpa adanya katalis positif, harga Bitcoin diprediksi akan:
- Tetap terkonsolidasi
- Atau mundur secara ringan
Salah satu perhatian utama adalah pertumbuhan likuiditas stablecoin USDT, yang melambat dan hanya bertambah US$9,6 miliar dalam 60 hari terakhir, menandakan masuknya dana baru yang terbatas.
penulis: laurashintiarengganis