Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan lonjakan signifikan dan kini semakin mendekati rekor tertingginya sepanjang masa, didorong oleh kuatnya permintaan institusional dan dukungan teknikal yang solid.
baca juga: Siapa di Balik Film Animasi Merah Putih: One For All?
Bitcoin Sentuh US$121.767, Hanya Selisih Tipis dari ATH
Pada perdagangan hari Senin (11 Agustus 2025), Bitcoin naik sebesar 2,7% dan menyentuh harga US$121.767, hanya terpaut sedikit dari rekor tertinggi sebelumnya di US$123.200 yang tercatat pada 14 Juli lalu.
Kenaikan ini terjadi di tengah antusiasme pasar terhadap regulasi kripto baru di Amerika Serikat dan aktivitas pembelian besar-besaran oleh perusahaan dan institusi keuangan.
Kapitalisasi Pasar Bitcoin Nyaris Salip Google
Menurut data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar Bitcoin kini telah mencapai US$2,42 triliun, mendekati nilai pasar Alphabet (Google) sebesar US$2,44 triliun. Dengan angka tersebut, Bitcoin kini menjadi aset terbesar keenam di dunia, melampaui perusahaan besar seperti Tesla, Amazon, dan Meta Platforms.
Sementara itu, volume perdagangan harian Bitcoin juga naik tajam sebesar 21%, menembus US$72,46 miliar.
Apa yang Mendorong Kenaikan Bitcoin?
1. Arus Dana Institusional & Adopsi ETF Spot
Analis dari BTC Markets, Rachael Lucas, menjelaskan bahwa lonjakan harga BTC ditopang oleh:
- Masuknya dana institusional ke dalam kas korporasi
- Adopsi ETF spot di pasar Amerika Serikat
- Kebijakan tarif AS terhadap emas, yang mendorong investor mencari aset lindung nilai alternatif seperti Bitcoin
Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa perusahaan dan investor besar telah mengakumulasi Bitcoin senilai lebih dari US$114 miliar. Untuk Ethereum (ETH), akumulasi institusional tercatat sekitar US$13 miliar.
2. Dukungan dari Sinyal Teknikal Bullish
Dilansir dari Crypto News, grafik harian Bitcoin membentuk pola bendera bullish, yang biasanya mengindikasikan potensi lonjakan harga lebih lanjut. Pola ini terbentuk sejak 22 Juni dengan kisaran harga dari US$98.320 hingga US$123.200.
Target kenaikan berikutnya diperkirakan mencapai US$142.000, berdasarkan teknik pengukuran tinggi pola bendera dan titik breakout di US$117.000.
Bitcoin juga tetap bertahan di atas:
- Exponential Moving Average (EMA) 100 hari
- Support penting di US$112.000, menunjukkan pola break-and-retest yang sehat
Indikator RSI, MACD, dan MFI juga menunjukkan arah kenaikan yang kuat, memperkuat peluang breakout baru.
baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia dan Unikom Sepakat Kerja Sama
Faktor Makro: Dolar Melemah & Harapan Penurunan Suku Bunga
Kinerja Bitcoin juga mendapat dukungan dari sentimen positif di pasar keuangan global, terutama setelah saham teknologi melonjak minggu lalu. Optimisme investor meningkat karena:
- Pelemahan nilai tukar dolar AS
- Ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat
Rilis data ketenagakerjaan AS yang lemah memicu spekulasi bahwa The Fed bisa melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan September. Jika data inflasi (CPI) yang akan dirilis dalam waktu dekat menunjukkan hasil yang moderat, peluang tersebut akan semakin besar.
penulis: laurashintiarengganis