Logo Universitas Teknokrat Indonesia

BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Magnitudo 5,3 di Tapanuli Tengah

Gambar untuk BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Magnitudo 5,3 di Tapanuli Tengah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa berkekuatan magnitudo 5,3 yang terjadi di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan pada lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia. Fenomena ini dikenal sebagai gempa dalam lempeng (intra-slab earthquake).

baca juga:OTT KPK di Tiga Lokasi, Diduga Terkait Suap Dana DAK untuk Peningkatan Rumah Sakit


Apa Itu Gempa Dalam Lempeng dan Bagaimana Mekanismenya?

Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan geser turun (down-dip slip). Gempa terjadi akibat pergeseran batuan di kedalaman lempeng Indo-Australia yang menukik ke bawah lempeng Eurasia.


Lokasi dan Kedalaman Gempa

BMKG mencatat pusat gempa berada di bawah laut dengan kedalaman sekitar 84 kilometer. Lokasi tepatnya sekitar 50 kilometer barat daya pantai barat Sumatera di wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.


Seberapa Kuat Gempa Ini dan Dimana Getarannya Terasa?

Getaran gempa dengan intensitas skala II hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity) terasa di beberapa daerah seperti Doloksanggul, Pandan, Sibolga, Sarudik, Sidikalang, Gunung Sitoli, serta wilayah Nias Selatan dan Nias Utara.


Apakah Gempa Ini Berpotensi Tsunami?

BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari BMKG dan pemerintah setempat.


Apakah Ada Dampak Kerusakan dan Gempa Susulan?

Sampai pukul 23:00 WIB, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. Selain itu, belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock) yang signifikan.


Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat Setelah Gempa?

BMKG mengimbau warga untuk memeriksa kondisi bangunan rumah atau tempat tinggal masing-masing guna memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan. Jangan segera masuk kembali ke dalam bangunan jika ditemukan kerusakan.

Selain itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti pedoman resmi dari pemerintah serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Resmi Kukuhkan Wisudawan, LLDIKTI Dorong Jadi Generasi Profesional dan Mandiri


Bagaimana Cara Mendapatkan Informasi Resmi BMKG?

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat terkait gempa bumi dan potensi bencana lainnya, masyarakat bisa mengakses aplikasi daring infoBMKG, mengikuti akun media sosial resmi infoBMKG, atau menghubungi langsung kantor BMKG terdekat di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara.

penulis:Titin af-idatus soraya