Perombakan Pimpinan KAI oleh Kementerian BUMN
Kementerian BUMN bersama PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan perombakan besar pada jajaran direksi dan dewan komisaris.
Bobby Rasyidin resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama KAI menggantikan Didiek Hartantyo. Sebelumnya, Bobby menjabat sebagai Komisaris PT LEN Industri (Persero) berdasarkan SK-39/MBU/02/2025 tertanggal 21 Februari 2025.
baca juga : 50 Ucapan Selamat Hari Pramuka 2025 yang Penuh Makna untuk Caption di Medsos
Perubahan di Dewan Komisaris
Dalam restrukturisasi ini, beberapa posisi komisaris turut mengalami pergantian. Nama-nama seperti Sri Paduka Mangkoenagoro X, Johan Bakti Porsea, Chairul Anwar, dan Rochadi diberhentikan dari jabatan.
Berikut susunan Dewan Komisaris KAI yang terbaru:
- Komisaris Utama: Said Aqil Siroj
- Komisaris Independen: Endang Tirtana
- Komisaris Independen: Arnanto
- Komisaris Independen: Raizal Arifin
- Komisaris: Purnomo Sucipto
- Komisaris: I Wayan Sugiri
- Komisaris: Diah Natalisa
- Komisaris: Mohamad Risal Wasal
Direksi Baru KAI Periode Terbaru
Jajaran direksi KAI kini dipimpin oleh Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama. Formasi lengkap direksi adalah sebagai berikut:
- Direktur Utama: Bobby Rasyidin
- Wakil Direktur Utama: Dody Budiawan
- Direktur Portofolio Manajemen & Teknologi Informasi: I Gede Darmayusa
- Direktur Perencanaan Strategis & Manajemen Risiko: Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat
- Direktur SDM & Kelembagaan: Atih Nurhayati
- Direktur Bisnis & Pengembangan Usaha: Rafli Yandra
- Direktur Keuangan & Umum: Indarto Pamoengkas
- Direktur Pengelola Sarana & Prasarana: Heru Kuswanto
- Direktur Operasi: Awan Hermawan Purwadinata
- Direktur Keselamatan & Keamanan: Dadan Rudiansyah
baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Pamerkan Produk Penelitian Unggulan di Konvensi Sains Teknologi dan Industri
Harapan untuk Transformasi KAI
Perombakan susunan direksi dan komisaris ini diharapkan membawa angin segar bagi KAI untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan formasi baru ini, perusahaan dituntut untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan transportasi modern di Indonesia.
penulis : elsandria Aurora