Komisaris dan direktur CDIA kembali melakukan aksi beli saham dalam jumlah besar sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja perusahaan.
baca juga : Apa Itu Packet Switching dan Mengapa Penting untuk Jaringan?
đ Siapa yang Memborong Saham CDIA?
Komisaris CDIA, Andre Khor Kah Hin, melakukan pembelian saham besar kedua dalam sepekan. Setelah sebelumnya membeli 15 juta saham pada 17 Juli 2025 dengan harga RpâŻ800 per saham, Andre kembali membeli 4,25 juta lembar pada 21 Juli 2025 dengan harga RpâŻ1.050 per saham, menghabiskan dana sekitar RpâŻ4,46 miliar.Reddit+15Warta Ekonomi+15Reddit+15
Sementara itu, dua direktur CDIAâJonathan Kandinata dan Fransiskus Ruly Aryawanâjuga mencatatkan aksi beli besar pada 17 Juli 2025, masing-masing 5 juta saham dengan harga RpâŻ800 per saham, masing-masing menambah RpâŻ4 miliar dalam kepemilikan mereka.KabarBursa.com+6https://www.idxchannel.com/+6RCTI++6
Kenapa Aksi Ini Jadi Sorotan Publik?
đ Sinyal Positif dari Pihak Internal
Aksi beli besar oleh petinggi perusahaan sering dianggap sebagai sinyal kepercayaan terhadap masa depan perusahaan. Kepemilikan personal mereka meningkat signifikan, meskipun masih dalam porsi kecil dari total saham beredar.KabarBursa.com
đč Harga Beli di Bawah Harga Pasar
Harga beli yang dicatatâRpâŻ800 per sahamâterbilang jauh di bawah harga pasar yang saat itu sudah menyentuh RpâŻ1.515 per saham. Sebagai perbandingan, pada saat pembelian oleh direksi dan komisaris, harga pasar berada jauh lebih tinggi, memberikan potensi upside bagi investor internal.kontan.co.id+9RCTI++9KabarBursa.com+9
Seberapa Besar Kepemilikan Mereka Kini?
Setelah pembelian, total kepemilikan Andre meningkat menjadi 19,25 juta saham, atau sekitar 0,015% dari total saham perusahaan. Sebelumnya ia hanya memiliki 15 juta saham (0,012%). Direktur Jonathan dan Ruly masing-masing kini memegang 0,004% saham CDIA.emitennews.com+10Investing.com Indonesia+10kontan.co.id+10
Bagaimana Perjalanan Harga Saham CDIA Setelah IPO?
- Saham debut IPO pada harga RpâŻ620 per saham pada awal Juli 2025.KabarBursa.com+1KabarBursa.com+1
- Dalam waktu singkat, harga melesat hingga RpâŻ1.515, atau melonjak lebih dari 491%.RCTI+KabarBursa.com
- Lonjakan ini kemudian memicu beberapa kali jadi auto reject atas (ARA) dan suspensi oleh BEI, karena volatilitas dan aksi beli besar.RCTI++1RCTI++1
Apa Arti Aksi Ini untuk Investor Ritel?
Bagi investor ritel, aksi akumulasi dari manajemen CDIA dapat ditafsirkan sebagai:
- Sinyal optimisme jangka panjang terhadap prospek bisnis CDIA.KabarBursa.com+1KabarBursa.com+1
- Potensi bahwa harga saat ini masih berada di bawah valuasi fundamental.KabarBursa.comhttps://www.idxchannel.com/
- Tak kalah penting, investor perlu tetap waspada terhadap risiko volatilitas tinggi, mengingat hanya sebagian kecil saham yang beredar di pasar publik.KabarBursa.comRCTI+
Simpulan Singkat
Petinggi CDIA, mulai dari komisaris hingga direktur, terlihat aktif mengakumulasi saham perusahaanâbahkan saat harga sudah tinggi. Hal ini memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kepercayaan internal terhadap masa depan CDIA. Namun, investor juga perlu memperhatikan faktor volatilitas harga dan struktur perdagangan saham yang sangat terbatas di pasar publik.
penulis : Muhammad Anwar Fuadi