Logo Universitas Teknokrat Indonesia

BRI Salurkan KUR Rp 83,88 Triliun ke 1,8 Juta Debitur di Semester I 2025

Kategori: Bank
Gambar untuk BRI Salurkan KUR Rp 83,88 Triliun ke 1,8 Juta Debitur di Semester I 2025

Komitmen BRI Dukung Program Pemerintah Presiden Prabowo

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu bentuk dukungan itu ditunjukkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara masif kepada pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Baca Juga : AC Milan Tampil Ganas, Cetak 16 Gol dalam Empat Laga Pramusim

Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 83,88 triliun kepada 1,8 juta debitur, yang mayoritas merupakan UMKM mitra dan pemasok (supplier) MBG di berbagai wilayah Tanah Air.

BRI Aktif Dukung Program FLPP dan Kopdes Merah Putih

Tak hanya menyalurkan KUR, BRI juga berperan aktif dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna mendukung pembangunan 3 juta rumah. Pada semester I-2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan FLPP sebesar Rp 13,35 triliun kepada 97.878 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan 19,51% secara tahunan.

Selain itu, BRI juga menunjukkan komitmen terhadap program terbaru pemerintah, yaitu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang resmi diluncurkan pada 21 Juli 2025. Menurut Agus, BRI siap mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa dan koperasi lokal.

Kinerja Keuangan BRI Semester I-2025: Laba Menurun, Kredit Tumbuh

Di tengah berbagai tantangan makroekonomi, BRI tetap mencatatkan kinerja yang solid, meskipun laba bersih mengalami penurunan.

  • Laba bersih tercatat sebesar Rp 26,5 triliun, turun 11,25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 29,89 triliun).
  • Pendapatan bunga tumbuh 2,6% YoY menjadi Rp 102,37 triliun.
  • Beban bunga ikut naik 2,07% menjadi Rp 29,10 triliun.
  • Pendapatan bunga bersih tumbuh tipis 2,8% menjadi Rp 73,27 triliun.

Penurunan Net Interest Margin (NIM)

Salah satu indikator efisiensi bank, yaitu Net Interest Margin (NIM), mengalami penurunan dari 6,81% menjadi 6,58%. Ini mencerminkan adanya tekanan terhadap efisiensi margin bank akibat kenaikan beban bunga.

Kredit Tumbuh Hampir 6 Persen, UMKM Masih Jadi Fokus Utama

Meskipun laba menurun, total penyaluran kredit BRI sepanjang semester pertama 2025 tetap menunjukkan pertumbuhan positif:

  • Total kredit: Rp 1.416,62 triliun (naik 5,97% YoY)
  • Porsi kredit UMKM: Rp 1.137,84 triliun (setara 80,32% dari total portofolio kredit BRI)

Hal ini menguatkan posisi BRI sebagai bank yang konsisten menyalurkan pembiayaan kepada sektor UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Baca Juga : Monitor Gaming Terbaik 2024: Visual Gila, Performa Juara!

Perbaikan Kualitas Aset: NPL Terus Menurun

Dari sisi kualitas aset, BRI menunjukkan perbaikan yang signifikan:

  • NPL Gross: turun menjadi 3,23%
  • NPL Net: turun menjadi 0,99% per akhir Juni 2025

Penurunan rasio kredit bermasalah ini menandakan bahwa BRI berhasil menjaga kualitas pembiayaan meski dalam kondisi ekonomi yang menantang.

Penulis : Tamtia Gusti Riana