Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Cara Santai Tapi Ampuh Buat Mulai Karier Sebagai Multi Cloud DevOps Engineer

Kategori: contoh soal
Gambar untuk Cara Santai Tapi Ampuh Buat Mulai Karier Sebagai Multi Cloud DevOps Engineer

Banyak anak IT yang pengin punya karier keren di dunia teknologi tapi bingung harus mulai dari mana. Nah, kalau kamu salah satunya, profesi Multi Cloud DevOps Engineer bisa jadi pilihan menarik buat ditekuni. Pekerjaan ini bukan cuma bergengsi, tapi juga punya prospek karier dan gaji yang sangat menjanjikan. Kabar baiknya, kamu nggak harus stres buat memulainya. Dengan cara santai tapi tepat sasaran, kamu bisa mulai langkah pertama menuju dunia DevOps multi-cloud dan bersaing dengan para profesional di industri IT modern.

Baca juga: Pindah ke Agile: Transformasi Tim Software Anda Sekarang!

Apa Itu Multi Cloud DevOps Engineer

Sebelum mulai, penting buat tahu dulu apa sebenarnya peran seorang Multi Cloud DevOps Engineer. DevOps sendiri berasal dari gabungan dua kata: Development (pengembangan) dan Operations (operasional). Intinya, DevOps adalah metode kerja yang menghubungkan tim pengembang dan tim operasional supaya bisa berkolaborasi lebih efisien lewat otomatisasi proses kerja.

Nah, ketika konsep ini digabung dengan multi-cloud, artinya kamu bakal bekerja dengan lebih dari satu platform cloud — seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform (GCP). Tugas kamu adalah memastikan semua sistem ini bisa bekerja bareng dengan lancar, aman, dan efisien.

Jadi, seorang Multi Cloud DevOps Engineer adalah orang yang mampu mengintegrasikan berbagai layanan cloud dan menerapkan praktik DevOps di lingkungan yang kompleks. Posisi ini penting banget karena sekarang banyak perusahaan menggunakan beberapa cloud sekaligus demi efisiensi dan fleksibilitas bisnis.

Kenapa Harus Jadi Multi Cloud DevOps Engineer

Kalau kamu suka tantangan, logika, dan dunia teknologi yang dinamis, profesi ini bisa jadi jalan karier yang tepat. Selain itu, ada beberapa alasan kenapa posisi ini begitu menarik:

  1. Permintaan tinggi di dunia kerja
    Hampir semua perusahaan besar sekarang mengadopsi sistem cloud. Mereka butuh orang yang bisa mengelola integrasi antarplatform dengan aman dan efisien.
  2. Gaji fantastis
    Di Indonesia, gaji Multi Cloud DevOps Engineer bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp35 juta per bulan, tergantung tingkat pengalaman. Sementara di luar negeri, bisa menyentuh USD 100.000 per tahun.
  3. Karier fleksibel dan berkembang cepat
    Setelah punya pengalaman di posisi ini, kamu bisa naik ke level Cloud Architect, DevOps Manager, atau bahkan CTO (Chief Technology Officer).
  4. Bisa kerja di mana saja
    Karena pekerjaan ini berbasis cloud, banyak perusahaan menawarkan sistem remote working. Jadi kamu bisa kerja dari mana pun asalkan punya koneksi internet yang stabil.

Langkah Santai Tapi Ampuh untuk Mulai

Banyak yang berpikir jadi Multi Cloud DevOps Engineer itu susah dan butuh waktu lama. Padahal, kalau kamu tahu cara yang tepat, prosesnya bisa dibuat lebih ringan tapi tetap efektif. Berikut langkah-langkah santai tapi ampuh buat memulai karier ini.

1. Mulai Dari Dasar Cloud Computing

Langkah pertama adalah memahami cara kerja cloud computing. Kamu bisa mulai belajar dasar-dasar seperti apa itu cloud, model layanan (IaaS, PaaS, SaaS), serta fungsi dari masing-masing penyedia cloud besar seperti AWS, Azure, dan GCP.

Biar nggak ribet, kamu bisa belajar lewat kursus online gratis dari platform seperti AWS Skill Builder, Microsoft Learn, atau Google Cloud Training. Lakukan secara santai, cukup luangkan waktu 1-2 jam per hari.

2. Kuasai Dasar DevOps

Setelah paham cloud, lanjutkan dengan belajar konsep DevOps. Pahami gimana cara kerja integrasi berkelanjutan (Continuous Integration) dan deployment berkelanjutan (Continuous Deployment). Kamu juga bisa mulai mengenal tools seperti Jenkins, GitLab CI/CD, dan GitHub Actions yang banyak dipakai di dunia DevOps.

3. Latih Otomatisasi dan Infrastructure as Code (IaC)

DevOps erat kaitannya dengan otomatisasi. Jadi, kamu perlu menguasai Infrastructure as Code (IaC), yaitu konsep mengelola infrastruktur lewat kode. Gunakan tools seperti Terraform, Ansible, atau Puppet untuk belajar.

Kamu bisa mulai dengan membuat proyek sederhana seperti membangun server otomatis di AWS atau Azure. Dengan cara ini, kamu nggak cuma paham teori tapi juga punya pengalaman praktis.

4. Pelajari Containerization dan Orchestration

Teknologi container seperti Docker dan Kubernetes wajib kamu kuasai. Container membantu menjalankan aplikasi di berbagai platform dengan lebih ringan dan cepat. Sementara Kubernetes berfungsi buat mengatur banyak container secara efisien.

Santai aja, mulai dari dasar seperti membuat container kecil di laptop kamu, lalu kembangkan ke deployment di cloud.

5. Bangun Portofolio Proyek Sendiri

Salah satu cara paling ampuh buat dilirik perusahaan adalah punya portofolio nyata. Cobalah buat proyek kecil yang menggambarkan kemampuan kamu di dunia multi-cloud dan DevOps.

Misalnya, kamu bisa:

  • Membangun pipeline CI/CD sederhana untuk aplikasi web.
  • Membuat sistem backup data otomatis antar dua platform cloud.
  • Mengatur monitoring sistem dengan Prometheus dan Grafana.

Upload hasilnya ke GitHub biar recruiter bisa lihat langsung kemampuan kamu.

6. Ambil Sertifikasi Cloud dan DevOps

Kalau kamu pengin peluang kerja makin terbuka, sertifikasi bisa jadi nilai tambah besar. Pilih sertifikasi sesuai minat dan platform yang kamu kuasai, seperti:

  • AWS Certified DevOps Engineer – Professional
  • Microsoft Certified Azure DevOps Engineer Expert
  • Google Professional Cloud DevOps Engineer

Sertifikasi ini bisa kamu pelajari secara online, bahkan banyak lembaga yang menawarkan pelatihan gratis atau bersertifikat murah.

7. Aktif di Komunitas dan Networking

Gabung di komunitas DevOps Indonesia atau grup IT di LinkedIn dan Telegram. Dari situ, kamu bisa banyak belajar dari praktisi lain, bahkan dapat info lowongan kerja langsung dari sesama anggota komunitas.

Networking itu penting, karena kadang peluang kerja datang dari kenalan atau rekomendasi orang dalam.

8. Perbanyak Latihan Interview

Terakhir, jangan lupa latihan interview. Biasanya kamu akan diuji tentang konsep cloud, pipeline CI/CD, dan troubleshooting sistem. Kamu bisa latihan dengan simulasi di situs seperti HackerRank, LeetCode, atau KodeKloud.

Baca juga: Purnama Wulan Sari Mirza: Duta Teknokrat Wujud Investasi Bangsa untuk Generasi Muda

Tantangan yang Perlu Kamu Hadapi

Setiap profesi pasti punya tantangan, begitu juga DevOps multi-cloud. Beberapa hal yang sering ditemui antara lain:

  • Teknologi cepat berubah, jadi kamu harus siap terus belajar hal baru.
  • Kompleksitas tinggi, karena mengelola banyak platform sekaligus butuh ketelitian.
  • Tekanan kerja tinggi, terutama kalau sistem yang kamu pegang dipakai banyak orang.

Tapi jangan khawatir, seiring pengalaman bertambah, kamu bakal terbiasa menghadapi semua itu.

Penulis: Dena Triana