Harapan Celtic untuk menembus fase liga Liga Champions musim ini harus pupus setelah tersingkir lebih awal di babak kualifikasi. Kekalahan ini bukan hanya menyakitkan dari sisi prestasi, tetapi juga membawa dampak besar secara finansial. Klub asal Skotlandia tersebut diperkirakan kehilangan potensi pemasukan lebih dari €18 juta yang seharusnya bisa mereka dapatkan jika berhasil lolos ke fase grup kompetisi elit Eropa itu.
baca juga:Carabao Cup: Strand Larsen Bikin Kejutan untuk Wolves, Bowen Minta Maaf ke Suporter
Kegagalan yang Mengecewakan
Celtic, yang menjadi juara Liga Skotlandia musim lalu, sejatinya datang ke kualifikasi Liga Champions dengan optimisme tinggi. Namun, performa mereka di laga penentuan jauh dari kata memuaskan. Kesalahan individu, lemahnya konsentrasi di lini pertahanan, serta tumpulnya lini serang membuat mereka gagal menaklukkan lawan yang sebenarnya berada dalam jangkauan.
Bagi para suporter, ini menjadi kekecewaan beruntun. Dalam beberapa musim terakhir, Celtic kerap kesulitan menembus fase grup Liga Champions, meski dominasi mereka di kompetisi domestik nyaris tanpa tanding.
Dampak Finansial
Menurut laporan media Skotlandia, kegagalan lolos ke fase liga berarti Celtic kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pemasukan signifikan dari UEFA. Total nilai yang hilang diperkirakan mencapai €18 juta, yang mencakup hadiah partisipasi, hak siar, serta potensi bonus dari hasil pertandingan.
Bagi klub seperti Celtic yang beroperasi dengan pemasukan terbatas dibandingkan klub elit Eropa lainnya, kehilangan dana sebesar itu jelas merupakan pukulan besar. Dana dari Liga Champions biasanya digunakan untuk memperkuat skuat, meningkatkan fasilitas, dan menjaga stabilitas finansial klub.
“Ini bukan hanya tentang prestise, tetapi juga tentang pendapatan yang bisa menjaga klub tetap kompetitif. Kegagalan ini tentu membuat perencanaan finansial musim ini terganggu,” tulis salah satu kolumnis olahraga di Glasgow.
Dampak ke Bursa Transfer
Salah satu konsekuensi nyata dari kegagalan ini adalah strategi transfer Celtic. Klub mungkin harus lebih berhati-hati dalam merekrut pemain baru karena anggaran yang tersedia berkurang drastis. Alih-alih mendatangkan pemain bintang dengan harga mahal, manajemen kemungkinan akan fokus pada perekrutan pemain muda potensial atau pinjaman jangka pendek.
Para suporter juga mulai mengkhawatirkan kemungkinan Celtic harus menjual salah satu pemain bintangnya untuk menutupi kerugian finansial. Nama-nama seperti Kyogo Furuhashi dan Matt O’Riley bahkan sudah mulai dikaitkan dengan klub-klub dari liga top Eropa.
Fokus Beralih ke Liga Europa
Meski gagal menembus fase grup Liga Champions, Celtic masih memiliki peluang tampil di Liga Europa. Kompetisi ini memang tidak seprestisius Liga Champions, tetapi tetap memberikan kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan serta menjaga eksistensi klub di level Eropa.
Pelatih Celtic menegaskan bahwa tim harus segera melupakan kekecewaan ini dan fokus untuk tampil maksimal di kompetisi yang masih ada. “Kami tidak bisa terus menunduk. Liga Europa tetap penting, dan kami harus menunjukkan bahwa Celtic bisa bersaing di Eropa,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Tekanan untuk Manajemen dan Pelatih
Kegagalan ini juga semakin menambah tekanan kepada manajemen dan staf pelatih. Para pendukung menuntut adanya evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal strategi transfer dan pendekatan taktik di laga-laga besar.
Celtic memang dominan di Liga Skotlandia, tetapi capaian mereka di Eropa dalam beberapa tahun terakhir relatif mengecewakan. Kritik mulai bermunculan bahwa klub terlalu nyaman dengan kesuksesan domestik tanpa benar-benar menyiapkan tim untuk bersaing di level internasional.
penulis:mudho firudin