Pemerintah China Soroti Proyek Kripto Berbasis Data Biometrik
Pemerintah China secara resmi mengklasifikasikan proyek kripto berbasis biometrik, seperti Worldcoin, sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan data pribadi. Peringatan ini disampaikan oleh otoritas keamanan siber dan lembaga regulasi keuangan China, yang menyoroti potensi penyalahgunaan data warga.
baca juga : Bahasa Tubuh dalam Komunikasi Bisnis: Diam yang Menguntungkan
Kekhawatiran Soal Privasi dan Pengumpulan Data Sensitif
Proyek seperti Worldcoin meminta pengguna untuk memberikan data biometrik berupa pemindaian iris mata sebagai bagian dari proses verifikasi identitas digital berbasis blockchain. China menilai metode ini sebagai risiko tinggi terhadap:
- Privasi data pribadi warga
- Kedaulatan data nasional
- Keamanan siber dan jaringan informasi negara
China Perketat Pengawasan Terhadap Teknologi Baru
Sebagai bagian dari responsnya, China meningkatkan pengawasan terhadap proyek kripto asing dan lokal yang melibatkan:
- Pemrosesan data sensitif tanpa izin yang jelas
- Penggunaan teknologi pengenalan wajah atau iris
- Akses data melalui perangkat keras asing
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Beijing untuk memperkuat kontrol atas arus teknologi lintas batas dan mencegah kebocoran data yang dapat dimanfaatkan pihak luar.
Dampak terhadap Proyek Global seperti Worldcoin
Meski Worldcoin mengklaim bahwa sistemnya menjaga anonimitas dan transparansi, beberapa negara — termasuk China — tetap skeptis. Peringatan dari China dapat berdampak pada:
- Pembatasan operasional Worldcoin dan proyek serupa di Asia
- Tekanan regulasi terhadap penggunaan biometrik dalam kripto
- Kekhawatiran investor dan pengguna global
penulis : Muhammad Anwar Fuadi