PT Citilink Indonesia, entitas anak BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, berhasil meraih peringkat idBBB- (triple B minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini diberikan dengan prospek stabil, menandakan kapasitas perusahaan yang cukup baik dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.
baca juga:Alisson Becker Tinggalkan Tur Pramusim Liverpool untuk Urusan Pribadi
Penjelasan Peringkat idBBB- dari Pefindo
Analis Pefindo, Tsanya Chindra dan Yogie Perdana, menjelaskan bahwa peringkat idBBB mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansialnya dalam jangka panjang. Namun, adanya tanda minus menunjukkan peringkat yang relatif lemah di kategori tersebut, disebabkan oleh profil keuangan yang agresif serta persaingan ketat di industri penerbangan yang berisiko tinggi.
Potensi Kenaikan dan Penurunan Peringkat Citilink
Peringkat Citilink dapat meningkat jika perusahaan mampu secara konsisten mencapai target pendapatan dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), terutama didukung oleh tingkat utilisasi armada yang tinggi. Selain itu, perbaikan berkelanjutan pada profitabilitas dan pengelolaan utang juga menjadi faktor penting.
Sebaliknya, penurunan peringkat berpotensi terjadi apabila performa menurun signifikan, seperti pendapatan atau EBITDA yang jauh di bawah proyeksi, atau jika terjadi peningkatan utang tanpa perbaikan prospek pendapatan yang jelas.
Dukungan dari PT Garuda Indonesia
Dukungan dari induk perusahaan, PT Garuda Indonesia, turut memengaruhi peringkat Citilink. Jika dukungan finansial dan operasional dari Garuda melemah, Pefindo berpeluang merevisi peringkat Citilink menjadi lebih rendah.
Profil dan Operasional Citilink
Didirikan pada tahun 2009 sebagai unit bisnis strategis Garuda Indonesia, Citilink fokus menyediakan layanan penerbangan penumpang, kargo, dan layanan berbasis penerbangan lainnya. Per 31 Maret 2025, Citilink melayani 75 rute domestik dan 5 rute internasional. Kepemilikan sahamnya mayoritas dipegang oleh Garuda Indonesia sebesar 98,65%, sementara sisanya dimiliki oleh PT Aero Wisata.
Manfaat Pemeringkatan untuk BUMN dan Entitas Anak
Menurut Kepala Ekonom Pefindo, Suhindarto, pemeringkatan ini tidak hanya menjalankan regulasi, tapi juga meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor, mempermudah penggalangan dana lewat instrumen surat utang, serta mendorong transparansi dan evaluasi tata kelola perusahaan.
Prospek Penggalangan Dana dan Jadwal Surat Utang BUMN
Suhindarto menambahkan, di tahun 2026, jatuh tempo surat utang BUMN diperkirakan mencapai Rp44,49 triliun, menurun dibanding tahun 2025 sebesar Rp66,12 triliun. Namun, masih ada peluang penerbitan instrumen baru, terutama untuk tenor pendek, seiring kebutuhan refinancing dan dukungan program pemerintah yang berkelanjutan.
Penulis: Dena Triana