Dalam sastra Jawa, dikenal banyak gaya bahasa yang membuat karya sastra menjadi indah dan penuh makna. Salah satu unsur penting yang sering digunakan adalah purwakanthi, yaitu permainan bunyi dalam kalimat atau larik puisi yang menimbulkan kesan musikal dan ritmis. Purwakanthi sering dijumpai dalam tembang, geguritan, parikan, maupun karya sastra tradisional Jawa lainnya.
Secara etimologis, kata purwakanthi berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu purwa yang berarti awal dan kanthi yang berarti bantuan atau pegangan. Maka, purwakanthi dapat diartikan sebagai pengulangan bunyi sebagai pegangan dalam menciptakan keindahan bahasa. Dalam bahasa Indonesia, purwakanthi dapat disamakan dengan aliterasi, asonansi, atau rima dalam puisi.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian, jenis-jenis, serta contoh soal purwakanthi beserta pembahasannya agar lebih mudah dipahami oleh siswa maupun pembaca umum yang ingin mempelajari bahasa dan sastra Jawa.
baca Juga:Teknologi Gratis Ini Otak Wikipedia, Kenapa Kantormu Belum Pakai?
Jenis-Jenis Purwakanthi
Purwakanthi terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bunyi yang diulang dalam suatu kalimat atau larik. Secara umum, terdapat tiga jenis purwakanthi yang dikenal dalam sastra Jawa, yaitu purwakanthi swara, purwakanthi sastra, dan purwakanthi lumaksita. Berikut penjelasannya:
1. Purwakanthi Swara
Purwakanthi swara adalah pengulangan bunyi vokal (huruf hidup) dalam kalimat atau larik puisi. Jenis ini mirip dengan asonansi dalam sastra Indonesia.
Contoh:
Ana apa ana apa, anane apa ana apa
Kalimat tersebut memiliki pengulangan bunyi “a” yang kuat dan menimbulkan irama tertentu.
Contoh lain:
Matahari madangi maring medan
Bunyi “a” dan “i” diulang-ulang sehingga menimbulkan kesan musikal.
2. Purwakanthi Sastra
Purwakanthi sastra merupakan pengulangan bunyi konsonan (huruf mati) pada awal kata atau suku kata. Dalam bahasa Indonesia, ini mirip dengan aliterasi.
Contoh:
Becik becik becike wong becik
Di sini ada pengulangan bunyi “b” yang memberi kesan bunyi yang kuat dan teratur.
Contoh lain:
Sapa sing sabar bakal slamet
Pengulangan bunyi “s” menimbulkan kesan lembut dan ritmis.
3. Purwakanthi Lumaksita
Purwakanthi lumaksita adalah pengulangan kata atau suku kata dari satu larik ke larik berikutnya. Tujuan dari pengulangan ini untuk menegaskan makna dan memperindah susunan kalimat.
Contoh:
Sapa nandur bakal ngunduh,
ngunduh wohing kabecikan.
Kata “ngunduh” diulang untuk memberi penekanan makna dan membuat kalimat terasa puitis.
Fungsi Purwakanthi dalam Karya Sastra
Purwakanthi bukan sekadar hiasan dalam bahasa, tetapi memiliki fungsi penting dalam memperkuat karya sastra. Berikut beberapa fungsi utamanya:
- Menimbulkan keindahan bunyi — pengulangan huruf atau kata menciptakan irama yang indah.
- Memperkuat pesan — pengulangan dapat menegaskan maksud penulis atau penyair.
- Menambah kesan musikal — dalam tembang Jawa, purwakanthi membantu menjaga ritme dan nada.
- Mempermudah hafalan — karena bunyi yang berulang, karya sastra lebih mudah diingat.
Contoh Soal Purwakanthi dan Pembahasan
Soal 1
Perhatikan kalimat berikut:
Siti sabar saking sabarang cobaan.
Kalimat tersebut termasuk jenis purwakanthi apa?
Jawaban:
Purwakanthi sastra, karena ada pengulangan bunyi konsonan “s” di awal kata.
Soal 2
Perhatikan larik berikut:
Ana apa ana apa, anane apa ana apa.
Termasuk purwakanthi jenis apa?
Jawaban:
Purwakanthi swara, sebab terjadi pengulangan bunyi vokal “a” di beberapa kata.
Soal 3
Sapa nandur bakal ngunduh, ngunduh wohing kabecikan.
Jenis purwakanthi apa yang terdapat pada kalimat di atas?
Jawaban:
Purwakanthi lumaksita, karena ada pengulangan kata “ngunduh” dari larik pertama ke larik kedua.
Soal 4
Wong becik becike becik ora mung nalika sugih.
Purwakanthi apa yang tampak pada kalimat tersebut?
Jawaban:
Purwakanthi sastra, karena ada pengulangan konsonan “b” yang memberi irama kuat.
Soal 5
Gunung gundhul gundhule mungguhing gunung.
Kalimat di atas termasuk purwakanthi jenis apa?
Jawaban:
Purwakanthi lumaksita, sebab ada pengulangan kata “gunung” dan “gundhul” yang berdekatan dan membentuk pola musikal.
baca Juga:Mahasiswa Teknokrat Raih Juara 1 dan Best Presentation di Pesta Ilmiah Sriwijaya 2025
Cara Mengidentifikasi Purwakanthi
Untuk memahami jenis purwakanthi dalam sebuah teks, berikut langkah mudah yang bisa digunakan:
- Baca keras-keras kalimat atau puisi. Perhatikan bunyinya.
- Jika ada pengulangan huruf hidup (a, i, u, e, o) → purwakanthi swara.
- Jika ada pengulangan huruf mati (konsonan) → purwakanthi sastra.
- Jika ada pengulangan kata atau suku kata → purwakanthi lumaksita.
Dengan latihan membaca puisi atau tembang, kamu akan lebih mudah mengenali jenis purwakanthi hanya dengan mendengar iramanya.
penulis:dafa aditiya.f