Musim ini menjadi momen paling emosional dalam sejarah Crystal Palace. Tim yang dikenal sebagai klub “underdog” berhasil menaklukkan dua tim raksasa di Wembley — menambah trofi dan momen magis yang tak terlupakan bagi para penggemarnya.
baca juga:5 Perbedaan Starium vs IMAX, Wajib Tahu Sebelum Nonton
on
Dari Biasa Menuju Legenda
Untuk pertama kalinya dalam 119 tahun sejarah klub, Crystal Palace mencatat prestasi terbesar mereka sejak berdiri: meraih trofi utama. Bukan hanya sekali, tapi dua kali — melawan Manchester City di final Piala FA dan kemudian Liverpool di Community Shield. Dua pertempuran berbeda namun sama dramatisnya.
1. Akhir Penantian Diperlukan – Juara Piala FA
Wembley bagai jadi tempat bakal “musnahnya” kutukan. Setelah dua kali kalah di final pada era 1990 dan 2016, Palace akhirnya tutup mulut skeptis dengan kemenangan gemilang 1-0 atas Manchester City. Gol dari Eberechi Eze di menit ke-16 jadi penentu momen bersejarah itu.
Namun bukan hanya gol yang jadi kisah—kiper Dean Henderson menjadi sosok penentu dengan penyelamatan penalti krusial yang menggagalkan peluang Manchester City menyamakan skor. Strategi brilian pelatih Oliver Glasner—menyusun barisan pertahanan kokoh dan formasi taktis yang disiplin—membuat Palace tampil sebagai tim yang bukan hanya bertarung, tapi layak dimenangkan. AP NewsWikipediabeIN SPORTSThe SunThe Guardian
2. Drama Premier tahun Isyarat Lanjutan – Community Shield
Tak berselang lama, Palace kembali membuktikan kapasitas mereka di Wembley. Kali ini menantang Liverpool dan berhasil menang adu penalti setelah imbang 2-2 di waktu reguler. Momen terbaik: Justin Devenny, pemain muda, jadi penutup dramatis dengan penalti penentu kemenangan.
Kiper Henderson kembali menunjukkan insting juaranya—menyelamatkan dua tembakan penting. Kemenangan ini menjadi pelengkap fantastis malam harinya: trofi pertama Community Shield dalam sejarah klub. The TimesWikipediaThe Scottish SunCadena SERNBC SportsThe Guardian
3. Bukan Sekadar Dua Kemenangan Besar
Dua trofi di Wembley bukan sekadar koleksi piala—itu bukti sistem, materi pemain, dan mental klub telah tumbuh pesat. Progres Palace dalam waktu singkat sangat terasa: dari sekadar bertahan di Premier League menjadi kandidat gelar.
Dua kemenangan ini juga memperkuat identitas Oliver Glasner sebagai pelatih yang punya visi jangka panjang: mengembangkan tim yang besarnya dari keteraturan dan kerja keras, bukan sekadar pemain bintang.
4. Dampak Jangka Panjang: Eropa Menanti
Kemenangan di Piala FA seharusnya membawa Palace ke Liga Europa — kali pertama di level Eropa. Namun karena aturan kepemilikan ganda (bersama klub Lyon), jalur mereka dialihkan ke kualifikasi Conference League. Meski demikian, kehadiran di kompetisi Eropa tetap menjadi sejarah baru bagi klub. Wikipedia+1
Community Shield, meski turnamen pramusim, memberikan semangat dan rasa kemenangan yang akan membawa Palace di musim kompetitif secara mental lebih siap.
5. Liga Premier: Siap Tegakkan Standar Baru
Musim lalu, Palace finis di posisi ke-12 dengan raihan poin terbanyak. Kini mereka membangun momentum dan standar baru: bukan lagi sekadar bertahan, tapi siap melawan siapa pun—bahkan di level atas liga.
6. Fans: Bagian Tak Terpisahkan dari Kisah Ini
Apa yang membuat dua malam itu benar-benar berkesan adalah emosi di tribun. Suporter Crystal Palace hadir dalam jumlah besar, melantunkan chant, menyanyikan klubnya, dan menciptakan atmosfer yang membuat pemain tampak seperti sedang menciptakan sejarah dalam setiap langkah.
penulis:mudho firudin