Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Crystal Palace Terdepak dari Liga Europa 2025/26, Chairman Klub: “Ini Ketidakadilan!”

Gambar untuk Crystal Palace Terdepak dari Liga Europa 2025/26, Chairman Klub: “Ini Ketidakadilan!”

Kabar mengejutkan datang dari UEFA. Klub Premier League, Crystal Palace, resmi dikeluarkan dari kompetisi Liga Europa 2025/2026 dan dipindahkan ke kasta lebih rendah, yaitu UEFA Conference League. Keputusan ini menuai reaksi keras dari petinggi klub.

baca juga : PSIM Yogyakarta Beri Kontrak Panjang pada Penjaga Gawang Muda Khairul Fikri

Palace Lolos ke Liga Europa Lewat Gelar FA Cup

Crystal Palace sebelumnya memastikan tiket ke Liga Europa musim depan setelah berhasil menjadi juara FA Cup 2024/2025. Dalam laga final yang digelar pada 17 Mei 2025, pasukan Oliver Glasner sukses mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0 berkat gol cepat Eberechi Eze di menit ke-16.

UEFA Coret Palace Karena Masalah Kepemilikan Ganda

Meski lolos secara sah lewat jalur kompetisi domestik, Palace menghadapi kendala regulasi UEFA. Kepemilikan saham klub oleh pengusaha asal Amerika Serikat, John Textor, menjadi masalah. Textor juga memiliki saham mayoritas di Olympique Lyonnais, klub Ligue 1 Prancis, yang juga lolos ke Liga Europa.

UEFA melarang dua klub yang dimiliki oleh pemilik yang sama untuk berlaga dalam kompetisi yang sama. Akibatnya, pada tanggal 11 Juli 2025, UEFA mengumumkan bahwa Crystal Palace harus dikeluarkan dari Liga Europa.

Lyon Tetap di Liga Europa, Palace Turun ke Conference League

Karena Lyon finis lebih tinggi (peringkat 6 Ligue 1) dibandingkan Palace (peringkat 12 Premier League), UEFA memilih untuk mempertahankan Lyon di Liga Europa. Crystal Palace pun dipindahkan ke UEFA Conference League sebagai gantinya.

Menariknya, pihak Lyon sebenarnya sempat bersedia mengundurkan diri dari Liga Europa demi Palace. Namun karena banding mereka untuk tetap bertahan di Ligue 1 dikabulkan, UEFA memutuskan mempertahankan posisi Lyon dan mengorbankan Palace.

Nottingham Forest Berpeluang Gantikan Palace

Dengan Crystal Palace tersingkir dari Liga Europa, Nottingham Forest disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk mengisi slot wakil Inggris di Liga Europa. Premier League memiliki dua jatah ke kompetisi tersebut — satu sudah diamankan oleh Aston Villa yang finis di peringkat 6 klasemen akhir musim 2024/2025.

Chairman Palace: “Hari yang Buruk untuk Sepak Bola”

Ketua Crystal Palace, Steve Parish, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas keputusan UEFA ini. Dalam pernyataannya kepada BBC, ia mengatakan:

“Kami merasa hancur. Ini adalah hari yang sangat buruk bagi sepak bola. Sebuah ketidakadilan yang luar biasa.”


Kesimpulan: Regulasi Kepemilikan Ganda UEFA Jadi Polemik

Kasus ini menyoroti kembali kontroversi seputar aturan kepemilikan ganda klub di Eropa. Meski telah meraih tiket Liga Europa secara sportif, Crystal Palace harus menerima kenyataan pahit karena konflik kepentingan di level kepemilikan saham. Sementara itu, Lyon tetap melaju di Eropa dan UEFA kini harus menentukan siapa pengganti Palace dari Inggris.

baca juga : Fungsi DNS Server dalam Internet


Meta Description (untuk SEO):
UEFA resmi keluarkan Crystal Palace dari Liga Europa 2025/26 karena konflik kepemilikan saham dengan Lyon. Palace turun kasta ke Conference League. Ketua klub sebut ini ketidakadilan.

penulis : noka septiano