Artis Sinetron Ini Minta Publik Bersabar dan Tak Membuat Opini Pribadi
Perceraian Resmi Diajukan ke PA Badung Bali
Aktris Dahlia Poland telah resmi mengajukan gugatan cerai terhadap Fandy Christian di Pengadilan Agama (PA) Badung, Bali. Gugatan tersebut telah terdaftar sejak 28 Juli 2025, dan sidang perdana dijadwalkan pada 12 Agustus 2025.
Pasangan yang menikah sejak November 2015 ini diketahui telah membina rumah tangga hampir satu dekade dan dikaruniai tiga anak.
baca juga:CHAN 2024: Super Eagles Dapat Suntikan Semangat dari Kesuksesan Super Falcons dan D’Tigress
Respons Dahlia di Media Sosial: “Jangan Melebar ke Mana-mana”
Dalam unggahan Instagram terbarunya, Dahlia Poland mengimbau warganet untuk tidak membesar-besarkan isu perceraian yang sedang ia hadapi.
“Guys, jangan melebar ke mana-mana ya. Nanti ada waktunya aku ngomong kok. Tolong. Makasih banyak netizenku,” tulis Dahlia, seperti dilihat pada Rabu (6/8/2025).
Ia menyadari bahwa keputusannya menggugat cerai Fandy Christian membuat akun media sosialnya ramai komentar dan pertanyaan dari publik. Namun, ia menegaskan bahwa akan berbicara secara langsung di waktu yang tepat.
Pengacara Masih Bungkam Soal Alasan Perceraian
Kuasa hukum Dahlia Poland, Wayan Vajra, menyatakan belum dapat memberikan penjelasan mengenai alasan maupun dasar gugatan cerai.
“Terkait beberapa wartawan yang menanyakan alasan perceraian, dengan berat hati saya sampaikan bahwa saya tidak dapat membuka hal tersebut ke publik,” ujar Wayan dalam pesan singkat, Selasa (5/8/2025).
Ia juga menyarankan agar pertanyaan lebih lanjut terkait alasan perceraian langsung ditujukan kepada Dahlia atau Fandy.
baca juga:Pengukuhan Mahasiswa Terbaik dan Teladan Bukti Komitmen Teknokrat Ciptakan SDM Unggul
Warganet Diimbau Bijak dan Menghormati Privasi
Dahlia berharap masyarakat tidak menyebarkan opini liar atau informasi yang belum terverifikasi. Ia ingin publik memahami bahwa setiap keputusan pribadi memiliki proses dan pertimbangan matang di baliknya.
Sebagai figur publik, Dahlia tetap mengajak penggemar dan netizen untuk saling menghargai dan menjaga ruang privasi, khususnya demi kebaikan anak-anak mereka.
penulis:Titin af-idatus soraya