Eko Patrio Jadi Sorotan Publik
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Patrio, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya menuai kritik karena berjoget dalam Sidang Tahunan MPR RI 2025, kini ia juga ramai dihujat akibat video parodi sound horeg yang dibuat bersama kader PAN.
Video tersebut dianggap warganet tidak sensitif dengan kondisi masyarakat. Banyak yang menilai aksi Eko justru memperkeruh kritik yang sebelumnya sudah menyeruak terkait joget di sidang kenegaraan.
baca juga:Pedagang Keluhkan Aturan Wajib Lapor Penjualan Beras SPHP
Klarifikasi Eko Patrio soal Parodi Sound Horeg
Eko Patrio memberikan klarifikasi bahwa pembuatan video parodi sound horeg bukan bermaksud menyinggung rakyat. Menurutnya, video itu direkam dalam rangka acara pembubaran panitia 17 Agustus di partainya.
“Dan mengenai sound horeg saat saya sedang DJ itu pun dibuat seolah-olah saya tidak sensitif terhadap permasalahan yang ada, padahal itu dalam acara pembubaran panitia 17 Agustusan, setelah kerja mereka mempersiapkan acara hampir satu bulan,” jelas Eko (25/8/2025).
Tanggapan atas Joget di Sidang Tahunan MPR
Selain soal parodi, Eko juga menyinggung kembali momen dirinya dan sejumlah anggota DPR berjoget di sela Sidang Tahunan MPR RI. Ia menegaskan, aksi joget tersebut terjadi bukan saat sidang berlangsung, melainkan setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato RAPBN 2026 dan Nota Keuangan.
Menurut Eko, pada penutupan acara, orkestra dari Universitas Pertahanan (Unhan) tampil membawakan lagu-lagu daerah seperti Sajojo dan Gemu Fa Mi Re. Joget yang dilakukan dirinya serta beberapa anggota DPR disebut spontan sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan anak muda tersebut.
“Lagu-lagu itu dimainkan untuk menutup acara, dan kami sebagai anggota DPR spontan ikut bernyanyi serta bergoyang menikmati suasananya. Itu cara kami mengapresiasi penampilan luar biasa anak-anak Unhan,” kata Eko.
Publik Masih Kritik Aksi Joget DPR
Meski Eko sudah memberikan klarifikasi, publik masih menyoroti aksi sejumlah anggota DPR yang berjoget di sidang kenegaraan. Banyak yang menilai hal itu tidak pantas dilakukan karena dianggap kontras dengan beban ekonomi rakyat, terlebih dengan gaji dan tunjangan besar yang diterima anggota dewan.
penulis:Titin af-idatus soraya