Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Dampak Gempa Magnitudo 6,4 di Sarmi, Papua: Bangunan Rusak dan Infrastruktur Terganggu

Gambar untuk Dampak Gempa Magnitudo 6,4 di Sarmi, Papua: Bangunan Rusak dan Infrastruktur Terganggu

Pada Selasa, 12 Agustus 2025, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua, pada pukul 15:24 WIB. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas pada Jalur Anjak Mamberamo (Mamberamo Thrust Belt). Meskipun guncangan cukup kuat, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. NTV News

baca juga:Bernardo Tavares Ungkap Alasan Turunkan 5 Pemain U-23 di Laga PSM Makassar vs Persijap Jepara

Kerusakan Bangunan dan Infrastruktur

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa wilayah Kabupaten Sarmi. Menurut laporan dari Kapolres Sarmi, AKBP Ruben Palayukan, beberapa rumah mengalami retak, pagar roboh hingga mengenai mobil dan menyebabkan kaca pecah. Di Distrik Pantai Timur, kerusakan parah terjadi pada Gereja Kristen Injil di Kampung Keder, serta dinding rumah dan pagar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) roboh. elshinta.com+2liputan6.com+2

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarmi juga melaporkan bahwa empat distrik dan satu kelurahan terdampak, yakni Distrik Sarmi, Kelurahan Mararena, Distrik Pantai Barat, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, dan Distrik Sarmi Selatan. Selain itu, dua rumah sakit mengalami kerusakan, dan satu jembatan di Kampung Burtin mengalami retak dan longsor. detikcom+2liputan6.com+2

baca juga:Rektor UTI mendapatkan ucapan Selamat dari Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) RI

Respons dan Antisipasi Masyarakat

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, beberapa warga, terutama di Kampung Beneraf, memilih untuk mengungsi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan. Kapolres Sarmi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali memasukinya. Selain itu, masyarakat disarankan untuk memantau informasi resmi melalui aplikasi daring InfoBMKG dan akun media sosial InfoBMKG, serta menghubungi kantor BMKG terdekat di Jayapura dan Wamena.

penulis:Titin af-idatus soraya