Logo Universitas Teknokrat Indonesia

DeFi Catat Rekor Likuiditas $270 Miliar, NFT Kembali Menggeliat

Kategori: Uncategorized
Gambar untuk DeFi Catat Rekor Likuiditas $270 Miliar, NFT Kembali Menggeliat

Industri keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan aset digital seperti NFT kembali menjadi sorotan pada bulan Juli. Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam nilai terkunci (TVL) di sektor DeFi, serta kebangkitan aktivitas di pasar NFT yang melibatkan merek-merek besar dunia.


Lonjakan TVL DeFi Didukung Tokenisasi Saham

Berdasarkan laporan DappRadar, total nilai terkunci dalam protokol DeFi pada Juli 2025 mencapai $270 miliar, naik sekitar 30% dibanding bulan sebelumnya. Salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah pertumbuhan saham yang ditokenisasi, di mana jumlah dompet aktif melonjak dari sekitar 1.600 menjadi lebih dari 90.000.

Kenaikan aktivitas ini turut mendorong kapitalisasi pasar saham tokenisasi naik 220% hanya dalam sebulan. Fenomena ini menunjukkan bahwa tokenisasi aset dunia nyata semakin menarik perhatian pelaku pasar kripto.


Aktivitas NFT Lampaui DeFi pada Juli

Menariknya, meskipun likuiditas DeFi mencapai rekor baru, minat pengguna justru lebih banyak tertuju pada NFT. Dari total 22 juta dompet aktif harian, sekitar 3,85 juta di antaranya berinteraksi dengan DApps NFT, sedikit lebih tinggi dibanding jumlah pengguna aktif DeFi.

Blur, marketplace berbasis Ethereum, mendominasi hingga 80% volume perdagangan NFT harian. Sementara itu, OpenSea unggul dari sisi jumlah pengguna aktif dengan sekitar 27.000 pedagang. Platform Zora juga mencatat pertumbuhan, berkat peluncuran token layer 2 yang mengutamakan kreator dan token $ZORA untuk pencetakan NFT berbiaya rendah.

Baca juga : Skill Komunikasi Bisnis Ini Wajib Dimiliki Setiap Profesional


Volume Perdagangan NFT Naik Hampir Dua Kali Lipat

Selama Juli, volume perdagangan NFT melonjak 96% menjadi sekitar $530 juta, naik dari $389 juta pada Juni. Harga rata-rata NFT juga meningkat dua kali lipat menjadi sekitar $105.

Beberapa faktor yang mendorong kenaikan ini antara lain:

  • Peluncuran koleksi dan eksperimen otentikasi oleh merek-merek besar seperti Nike.SWOOSH (bermitra dengan EA Sports), Louis Vuitton, Rolex, dan Coca-Cola Tiongkok.
  • Kenaikan minat pada koleksi ikonik seperti CryptoPunks, yang menyumbang 9 dari 10 penjualan NFT teratas dalam 24 jam terakhir. Satu-satunya penjualan non-CryptoPunk berasal dari artis Web3 Beeple.

Pasar NFT Masih Jauh dari Puncak 2021

Walaupun ada tren positif di Juli, pasar NFT masih belum mendekati kejayaan tahun 2021 ketika volume perdagangan mencapai puluhan miliar dolar.

Menurut tinjauan industri DappRadar 2024, volume perdagangan NFT secara tahunan turun 19%, sedangkan jumlah penjualan turun 18%, menjadikan 2024 sebagai salah satu tahun terlemah sejak 2020.

Data dari CryptoSlam untuk paruh pertama 2025 juga mengonfirmasi tren tersebut: penjualan NFT mencapai $2,82 miliar, turun 4,6% dibanding paruh kedua 2024.

Baca juga : Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Raih Prestasi di Ajang Lomba Nasional Rimau Robotic Contest dan Exhibition 2025


Pemulihan Perlahan, Prospek Tetap Menarik

Meski pemulihan pasar NFT berlangsung lambat, peningkatan volume dan harga dasar di bulan Juli memberikan sinyal positif. Kombinasi antara adopsi merek besar, teknologi layer 2, dan tokenisasi aset nyata di sektor DeFi berpotensi mendorong pertumbuhan lebih lanjut di masa depan.

Bagi investor dan kreator, perkembangan ini menjadi indikasi bahwa DeFi dan NFT masih memiliki potensi besar untuk berkembang, meskipun jalan menuju puncak kejayaan kembali mungkin akan memakan waktu.

Penulis : aqilah az-zahra