Logo Universitas Teknokrat Indonesia

Demo Tolak Tunjangan dan Pemborosan DPR Berujung Kericuhan di Jakarta

Gambar untuk Demo Tolak Tunjangan dan Pemborosan DPR Berujung Kericuhan di Jakarta

Aksi Demo #BubarkanDPR yang Ricuh

Aksi massa yang mengusung tagar #BubarkanDPR pada Senin (25/8/2025) mengundang perhatian publik. Digelar di depan Gedung DPR RI, demo ini dihadiri oleh berbagai kelompok, termasuk mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) dan sejumlah pelajar. Tuntutan utama mereka antara lain penghapusan tunjangan DPR dan merestrukturisasi lembaga legislatif agar lebih representatif terhadap rakyat.

Kelompok massa yang hadir mengkritik sejumlah regulasi yang dianggap merugikan rakyat, termasuk UU TNI dan rencana pengesahan beberapa RUU yang kontroversial. Dalam pernyataannya, mereka menyerukan amandemen konstitusi untuk memperbaiki sistem di DPR.

baca juga:Hasil Sevilla vs Getafe: Getafe Menang 2‑1, Dekati Zona Eropa

Kericuhan Dimulai, Massa Blokir Rel KRL dan Terjadi Pelemparan

Awalnya, aksi demonstrasi berjalan damai, dengan aspirasi disampaikan di luar Gedung DPR. Namun, situasi berubah menjadi ricuh saat massa terus berkembang. Massa aksi bahkan memblokade jalur kereta api di flyover Slipi, Pejompongan, Jakarta Pusat. Beberapa titik api terlihat membakar ban yang digunakan untuk blokade, sementara massa melemparkan barang ke arah aparat keamanan.

Polisi dengan menggunakan gas air mata berusaha menghalau kerumunan, sementara petugas dari Kodam Jaya turut menjaga keamanan. Kericuhan ini menyebabkan gangguan operasional KRL, terutama rute yang melewati Stasiun Tanah Abang.

Pengaruh Kericuhan terhadap Perjalanan KRL dan TransJakarta

Gangguan Layanan KRL

Akibat kericuhan tersebut, perjalanan KRL yang biasanya melayani rute Tanah Abang-Rangkasbitung terpaksa dihentikan sementara. Petugas meminta penumpang untuk mencari alternatif transportasi lainnya. PT KAI Commuter melalui akun media sosial mereka mengimbau penumpang untuk mengikuti arahan petugas demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Gangguan Layanan TransJakarta

Tidak hanya KRL, layanan TransJakarta juga terganggu akibat penutupan jalan di sekitar Gedung DPR/MPR. Beberapa rute mengalami pengalihan, sementara ada beberapa lainnya yang tidak beroperasi sama sekali. Rute yang terdampak antara lain:

  • Koridor 9, Rute 1W, 3F, 9A, 10H, T31, dan S61 mengalami pengalihan rute.
  • Rute 8C (Kebayoran Lama - Tanah Abang) dan Rute 9E (Kebayoran Lama - Jelambar) sementara tidak beroperasi.
  • Rute 8N (Kebayoran - Petamburan via Asia Afrika) juga tidak beroperasi.

Selain itu, beberapa layanan mikrotrans JAK 54 mengalami perpendekan rute karena penutupan jalan di kawasan Slipi.

Kerusakan dan Pembakaran Selama Demo

Kericuhan semakin parah pada malam hari, dengan motor dan tenda terbakar oleh massa demo. Sebuah motor hangus terbakar di kawasan Pejompongan, sementara tenda yang sebelumnya dipasang juga dirusak oleh massa.

Selain itu, beberapa kabel di sekitar rel Tanah Abang-Palmerah juga dilaporkan terbakar, menambah kerugian material akibat aksi yang semakin tak terkendali.

baca juga:Dosen Teknokrat Laksanakan Kampus Berdampak di SMAN 1 Sumberejo Tanggamus

Penutupan Jalan Tol dan Pengalihan Lalu Lintas

Sejumlah jalan tol dalam kota ditutup total oleh petugas kepolisian untuk menghindari situasi semakin memburuk. Kendaraan yang terjebak di jalan tol dialihkan ke Tol Lingkar Luar. Petugas terus berjaga untuk memastikan situasi tetap terkendali, meskipun beberapa kendaraan harus diputarbalikkan akibat penutupan jalan tol.

penulis:Anis puspita sari