Warga Pati, Jawa Tengah, sedang merencanakan demonstrasi besar-besaran pada Rabu (13/8/2025). Aksi ini muncul sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang memutuskan untuk menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Berikut ini adalah kronologi yang memicu rencana demonstrasi tersebut.
baca juga:Borneo FC Siap Menggebrak BRI Super League 2025/2026 sebagai Wakil Kalimantan
Kebijakan Bupati Pati yang Kontroversial
Pada tahun 2025, kebijakan kenaikan PBB-P2 yang diterapkan oleh Bupati Pati Sudewo mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan. Kenaikan yang mencapai 250 persen tersebut dirasa memberatkan warga, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perdesaan dan perkotaan dengan kondisi ekonomi yang kurang stabil. Keputusan tersebut dianggap tidak memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, yang memicu ketidakpuasan warga.
Masyarakat Pati Bersatu Sebagai Penggerak Aksi
Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu menjadi pelopor dalam aksi penolakan tersebut. Mereka berencana menggelar demonstrasi pada tanggal 13 Agustus 2025 untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah. Masyarakat Pati Bersatu menilai kebijakan ini tidak berpihak kepada kesejahteraan rakyat dan lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu.
Penyebab Rencana Demonstrasi
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh rasa ketidakadilan dan ketidakpuasan terhadap keputusan pemerintah daerah. Warga merasa bahwa kenaikan pajak yang tinggi akan semakin memberatkan mereka dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti biaya hidup sehari-hari dan pembangunan rumah. Banyak yang merasa bahwa kebijakan ini tidak sebanding dengan pendapatan dan kemampuan mereka. Oleh karena itu, tuntutan agar Bupati Pati mundur menjadi titik fokus dari aksi tersebut.
Protes yang Mewakili Suara Warga
Selain itu, aksi ini juga merupakan bentuk protes terhadap kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan pemerintah daerah. Masyarakat menginginkan kebijakan yang lebih inklusif dan memperhatikan aspirasi mereka sebagai warga negara. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan antara kebijakan yang diterapkan dan harapan masyarakat setempat.
Harapan Dari Aksi Demonstrasi
Para demonstran berharap agar pemerintah daerah, khususnya Bupati Pati, dapat mendengar dan mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Mereka berharap kebijakan yang lebih adil dan merata dapat diterapkan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Aksi ini bukan hanya tentang penolakan terhadap kebijakan pajak, tetapi juga tentang keinginan masyarakat untuk diperhatikan dan diberdayakan.
penulis:dafa aditiya.f